Hubungan Status Gizi Dan Kebiasaan Olahraga Dengan Dismenore Pada Remaja Putri di SMA N 5 Bukittinggi Tahun 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Hartati, Sri Lena
Advisor:
Rusti, Sukarsi
Kasoema, Rahmi Sari
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Status Gizi, Kebiasaan Olahraga, Dismenore.
DOI:
-
Abstract :
Dismenore terjadi pada 2 hari pertama dimana remaja putri merasakan rasa nyeri yang hebat. Penelitian dilakukan di SMA N 5 Bukittinggi yang merupakan SMA dengan remaja putri terbanyak no 3 yaitu 440 orang remaja putri. menurut keterangan siswi SMA N 5 Bukittinggi 10 orang yang di wawancarai pada survey awal, 8 orang mengatakan mengalami nyeri saat menstruasi (dismenorea),. 5 orang mengatakan status gizi kurang (underweight), 7 orang mengatakan tidak melakukan olahraga secara rutin dalam seminggu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan status gizi dan kebiasaan olahraga dengan dismenore pada remaja putri Di SMA N 5 Bukittinggi Tahun 2016. Penelitian ini bersifat analitik yang dengan desain cross sectional. Study penelitian dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus sampai 13 September 2016. Populasi penelitian ini semua siswi kelas X, XI yang ada di SMA 5 N Bukittinggi tahun 2016. Berjumlah 440 dan sampel sebanyak 82 orang teknik pengambilan sampel adalah Sistematic Random Sampling dengan menggunakan kuesioner, Data diolah secara komputerisasi dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian dari 82 remaja putri SMA N 5 Bukittinggi terdapat lebih dari sebagian remaja putri yang status gizi normal (58,5 %), kebiasaan olahraga yang tidak rutin (59,8 %) dan remaja yang mengalami dismenore (59,8 %) .pada analisa bivariat, variable yang mempunyai hubungan dengan dismenore adalah status gizi remaja (p = 0,002 ; OR = 4,846) dan kebiasaan olah raga (p = 0,001 ; OR = 5,396). Berdasarkan hasil penelitin dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi, kebiasaan olahraga dengan dismenore pada remaja putri di SMA N 5 Bukittinggi. Remaja putri diharapkan mempertahankan dan meningkatkan pola makan serta aktivitas olahraga agar dapat mengurangi tingkat nyeri saat menstruasi. Diharapkan juga tenaga kesehatan dapat memantau kesehatan remaja khususnya pada tingkat nyeri disminorhe saat remaja mengalami mestruasi.