Uji Efektivitas Analgetik Ekstrak Etanol Kulit Kayu Manis (Cinnamomum Burmanni) Pada Mencit Putih Jantan (Mus Muculus) Dengan Metode Hot Plate
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Agustina, Lora
Advisor:
Putra, Fajrian Aulia
Yesti, Yulia
Yesti, Yulia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kayu Manis, Analgetik, Etanol, Metode Hot Plate.
DOI:
-
Abstract :
Kayu manis (Cinnamomum burmanni) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang murah dan mudah didapatkan. Kulit kayu manis dan daunnya mengandung minyak atsiri, saponin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis efektif pemberian ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum burmanni) terhadap mencit putih jantan sebagai analgetik. Analgetik adalah bahan atau obat yang digunakan untuk menekan atau mengurangi rasa sakit atau nyeri tanpa menyebabkan hilangnya kesadaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian Post Test Only Control Design. Dimana penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli Agustus 2022 di Laboratorium Farmasi dan Laboratorium Sains Terapan Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Sampel dari penelitian ini adalah kulit kayu manis. Analisis data menggunakan uji Shapiro Wilk and Levene test dan uji ANOVA satu arah. Uji analgetik terdiri dari kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok perlakuan dengan variasi dosis yaitu dosis 80 mg/20gBB mencit, 160 mg/20g BB mencit, dan 320 mg/20gBB mencit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya persentase efektivitas analgetik yang paling besar diperoleh pada kelompok uji dengan dosis 320 mg/20gBB mencit sebesar 75,64%, sedangkan dosis 80 mg/20gBB sebesar 66,11% dan dosis 160 mg/20gBB sebesar 67,48%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah efektivitas analgetik ekstrak etanol kulit kayu manis yang diujikan terlihat pada dosis 3 (320 mg/20gBB) lebih efektif dibandingkan dengan dosis lainnya. Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk mengembangkan sediaan ekstrak menjadi bentuk kapsul atau formulasi lain agar dapat diujikan kepada panelis manusia untuk dilihat uji klinisnya sebagai bentuk pengembangan obat menjadi Fitofarmaka.