Hubungan Masa Kerja Dan Durasi Kerja Terhadap Nyeri Leher Pada Penjahit di Konveksi Bukittinggi Tahun 2022
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Hrp, Nurhasanah
Advisor:
Oktavianis
Adenikheir, Annisa
Adenikheir, Annisa
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Masa Kerja, Durasi Kerja, Nyeri Leher.
DOI:
-
Abstract :
Nyeri leher adalah rasa nyeri yang meliputi kelainan saraf, tendon, otot dan ligamen di sekitar leher. Pekerjaan sebagai penjahit payung bali berpotensi mengalami keluhan nyeri leher. Kasus ini sering terjadi dan menyebabkan keterbatasan pada lingkup gerak sendi leher. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa kerja dan durasi kerja terhadap nyeri leher pada penjahit di konveksi Bukittinggi tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional study. Penelitian telah dilakukan pada bulan Agustus tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penjahit di konveksi Silano dan ADN sebanyak 23 orang dengan jumlah sampel diambil secara total sampling sebanyak 23 orang. Analisa univariat menunjukkan dari 23 orang responden, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 12 orang (52,2%), memiliki masa kerja beresiko terhadap nyeri leher sebanyak 14 orang (60,9%), memiliki durasi kerja beresko terhadap nyeri leher sebanyak 13 orang (56,5%), dan merasakan nyeri leher sedang sebanyak 12 orang (52,2%). Analisa bivariat diperoleh nilai p-value masa kerja sebesar 0,006 dan durasi kerja sebesar 0,022. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dan durasi kerja terhadap nyeri leher. Disarankan kepada penjahit untuk lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan saat bekerja tanpa memaksa tubuh bekerja dan mengatur jam kerja yang baik, istirahat yang cukup, peregangan saat bekerja dan memperhatikan bahaya yang dapat terjadi di lingkungan kerja.