Pengaruh Pemberian Latihan Meronce dan Terapi Bermain Puzzle Terhadap Kemampuan Motorik Halus Pada Anak Autis Di SLB Bukittinggi Tahun 2022
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Islami, Pertiwi
Advisor:
Sagita, Riri
Syah, Irhas
Syah, Irhas
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Latihan Meronce, Terapi Bermain Puzzle, Kemampuan Motorik Halus.
DOI:
-
Abstract :
Anak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan yang umumnya terjadi sebelum usia 3 tahun dan kompleks, yang berdampak pada perkembangan sosial, berkomunikasi, perilaku maupun emosi yang tidak berkembang optimal. Menurut Maimunah Hasan (2009:16) arah dari pendidikan anak usia dini itu sendiri merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke beberapa arah berikut: (1) Pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik kasar dan halus), (2) Kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), (3) Sosial emosional (sikap dan perilaku serta agama, bahasa, dan komunikasi yang disesuaikan dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Kegiatan meronce dan bermain puzzle dapat meningkatkan perkembangan fisik anak usia dini yang lebih ke koordinasi motorik halus. Penelitian ini dilakukan di SLB Kota Bukittinggi, tepatnya di SLB Al Ikhlas, SLB Permata Bunda dan SLB Restu Ibu yang dilakukan pada bulan Maret 2022. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan uji Wilcoxon signed rank test. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpengaruh latihan meronce dan terapi bermain puzzle terhadap kemampuan motorik halus pada anak autis yaitu (p-value = 0,004 < (0,05)). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pemberian latihan meronce dan terapi bermain puzzle terhadap kemampuan motorik halus pada anak autis di SLB Bukittinggi tahun 2022.