Hubungan Hyperkifosis dan BMI (Body Mass Index) Terhadap Resiko Jatuh Pada Lansia di Posbindu Lansia Sehat Kunci Ibadah Limbukan Kota Payakumbuh Tahun 2022
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Yurimelda
Advisor:
Febriani, Yelva
Syah, Irhas
Syah, Irhas
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Hyperkifosis, BMI, Resiko Jatuh.
DOI:
-
Abstract :
Menurut WHO di kawasan Asia tenggara yang diatas umur 60 tahun berjumlah 142 juta orang yang mana dipastikan akan terus meningkat sampai 3 kali
lipat ditahun 2050. Lansia overweight dan underweight memiliki resiko jatuh tinggi dengan presentase yang sama ini dapat dijelaskan bahwa yang mempengaruhi resiko jatuh lebih disebabkan oleh kestabilan postur lansia, 60 lansia dengan postur kifosis 85% memiliki keseimbangan statis yang buruk
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia usia 60-69 tahun sebanyak 62 orang yang berada di Posbindu Lansia Sehat Kunci Ibadah Limbukan Hasil penelitian didapatkan dari 62 responden yaitu 26 (41,9%) yang mengalami netral dan Hypokifosis yaitu 14 (22,6%) dan hyperkifosis yaitu 22 (35.5%), yaitu 20 (32,3%) yang memiliki BMI normal, obesitas sebanyak 18 responden (29,0%) dan 26 (41,9%) responden yang memiliki resiko jatuh sedang, resiko jatuh tinggi sebanyak 16 responden (25,8%). Hasil uji statistik diperoleh diperoleh nilai p
lipat ditahun 2050. Lansia overweight dan underweight memiliki resiko jatuh tinggi dengan presentase yang sama ini dapat dijelaskan bahwa yang mempengaruhi resiko jatuh lebih disebabkan oleh kestabilan postur lansia, 60 lansia dengan postur kifosis 85% memiliki keseimbangan statis yang buruk
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia usia 60-69 tahun sebanyak 62 orang yang berada di Posbindu Lansia Sehat Kunci Ibadah Limbukan Hasil penelitian didapatkan dari 62 responden yaitu 26 (41,9%) yang mengalami netral dan Hypokifosis yaitu 14 (22,6%) dan hyperkifosis yaitu 22 (35.5%), yaitu 20 (32,3%) yang memiliki BMI normal, obesitas sebanyak 18 responden (29,0%) dan 26 (41,9%) responden yang memiliki resiko jatuh sedang, resiko jatuh tinggi sebanyak 16 responden (25,8%). Hasil uji statistik diperoleh diperoleh nilai p