Profil Karakteristik Anak Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2022

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Olivia, Fifi
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
Noflidaputri, Resty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, Gizi Balita, KEK Ibu.
DOI:
-
Abstract :
Hasil riset Kemenkes tahun 2019, pravalensi stunting di Indonesia di tahun pada tahun 2018 cenderung menunjukkan trend penurunan yaitu sebesar 30,8% dan ditahun 2019 menjadi 27,67%, sedangkan di tahun 2021 prevalensi kejadian stunting di Indonesia adalah sebesar 24,4% mengalami penurunan sebesar 6,4% dari tahun 2018. Tujuan penelitian adalah mengetahui profil karakteristik anak stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2022. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 24 59 bulan yang mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi yaitu sebanyak 119 kasus. Penelitian dilakukan pada bulan September 2022. Sampel penelitian ini sebanyak 30 responden. Pengambilan sampel dengan purposive sampling, data dianalisis secara Univariat. Hasil analisis univariat diperoleh seluruh ayah balita dengan tinggi badan normal(100%) dan sebagian besar ibu balita dengan tinggi badan normal(76,7%). Sebagian besar ibu balita mengalami anemia(56,7%), ibu balita mengalami KEK saat hamil(53,3%), balita tidak mengalami BBLR(70%) dan balita dengan status gizi yang kurus(53,3%). Jadi, masalah paling besar dalam penelitian ini ialah lebih dari separuh ibu balita mengalami anemia dan KEK saat hamil dan balita dengan status gizi yang kurus. Diharapkan bagi ibu balita untuk mencukupi kebutuhan gizinya selama hamil dan gizi balitanya setiap hari serta memetriksakan kondisi gizi balita secara rutin ke posyandu maupun puskesmas dalam upaya pencegahan dan penanggulangannya untuk menurunkan angka kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi.
Download From Google Drive