Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemberian Susu Formula Pada Bayi 0-6 Bulan di Desan Sikebau Jaya Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Putri, Henny Permata
Advisor:
Zuraida
Yanti, Cici Apriza
Yanti, Cici Apriza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pemberian Susu Formula, Bayi Usia 0-6 bulan.
DOI:
-
Abstract :
Pemberian susu formula atau tambahan ASI yang terlalu dini dapat mengganggu pemberian ASI ekslusif serta meningkatkan angka kesakitan (morbiditas). Berdasarkan Kemenkes RI, diperoleh data pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Indonesia pada tahun 2012 sebesar 37,55% lebih rendah jika dibandingkan pada tahun 2010 dan 2011 sebesar 61,3% dan 61,5%. Kejadian ini meningkat dengan adanya promosi susu formula yang secara bebas dipasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor apa yang lebih dominan terhadap pemberian susu formula.
Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada 20 Maret-5Juni 2016. Dengan jumlah populasi 40 responden dan sampelnya adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan sebanyak 40 responden di Desa Sikebau Jaya Kecamatan Rokan IV Koto,Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Dengan tehnik pengambilan sampel Total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan wawancara kepada ibu sebagai responden.Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan () = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh memiliki pengetahuan rendah= 57,5% responden, responden yang bekerja=62,5%, dan peran tenaga kesehatn=55%. Antara ketiga-tiga variabel yang diteliti memiliki hubungan bermakna dengan masing-masing P value nya adalah : Pengetahuan 0,009, pekerjaan 0,017 dan untuk peran tenaga kesehatan P value : 0,021. Dari ketiga P value yang didapat yang paling berhubungan adalah Pengetahuan karena memiliki Nilai yang lebih tinggi. Dapat disimpulkan bahwa yang paling berpengaruh dengan pemberian susu formula pada bayi dilihat dari segi Tenaga kesehatan sedangkan yang paling rendah hubungan nya adalah pengetahuan Ibu. Untuk itu disini dapat disarankan kepada tenaga kesehatan untuk dapat memberikan penyuluhan agar dapat membantu meningkatnya pengetahuan setiap Ibu.
Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada 20 Maret-5Juni 2016. Dengan jumlah populasi 40 responden dan sampelnya adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan sebanyak 40 responden di Desa Sikebau Jaya Kecamatan Rokan IV Koto,Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Dengan tehnik pengambilan sampel Total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan wawancara kepada ibu sebagai responden.Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan () = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh memiliki pengetahuan rendah= 57,5% responden, responden yang bekerja=62,5%, dan peran tenaga kesehatn=55%. Antara ketiga-tiga variabel yang diteliti memiliki hubungan bermakna dengan masing-masing P value nya adalah : Pengetahuan 0,009, pekerjaan 0,017 dan untuk peran tenaga kesehatan P value : 0,021. Dari ketiga P value yang didapat yang paling berhubungan adalah Pengetahuan karena memiliki Nilai yang lebih tinggi. Dapat disimpulkan bahwa yang paling berpengaruh dengan pemberian susu formula pada bayi dilihat dari segi Tenaga kesehatan sedangkan yang paling rendah hubungan nya adalah pengetahuan Ibu. Untuk itu disini dapat disarankan kepada tenaga kesehatan untuk dapat memberikan penyuluhan agar dapat membantu meningkatnya pengetahuan setiap Ibu.