Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Balita Dimasa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Batu Bajanjang Kabupaten Solok Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ningsih, Dewi Retno
Advisor:
Adriani
Rifdi, Febriniwati
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Gizi balita, pengetahuan, pola asuh, sosial budaya, pendapatan, covid-19.
DOI:
-
Abstract :
Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan global, termasuk memberikan dampak pada status gizi pada balita akibat terganggunya pelayanan pada masyarakat. WHO melaporkan pandemi Covid-19 talah mengganggu 90% layanan kesehatan di 105 negara, termasuk memberikan dampak pada status gizi pada balita. Permasalahan gizi pada balita selama masa pandemi covid-19 juga terjadi di wilayah kerja Puskesmas Batu Bajanjang yang melaporkan sebanyak 27,3% kasus balita pendek, 109 (12,2%) balita gizi kurang, balita kurus 7,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di masa pandemi Covid 19 di Puskesmas Batu Bajanjang Kabupaten Solok tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Batu Bajanjang yaitu sebanyak 599 balita. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan besaran sampel sebanyak 86 ibu dan balita. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 91,9% responden dengan pendatapan keluarga rendah, 51,2% pengetahuan rendah, 54,7% pola asuh kurang baik, 53,5% pengaruh positif sosial budaya, 66,3% status gizi normal. Variabel yang berhubungan dengan status gizi balita di masa pandemi covid-19 adalah pengetahuan orang tua ( p = 0,000, OR = 6,571), pola asuh orang tua ( p = 0,03, OR = 3,13) dan faktor budaya ( p = 0,001, OR = 5,25). Sedangkan variabel pendapatan keluarga tidak berhubungan dengan status gizi balita ( p = 1,000), karena gizi secara langsung lebih dipengaruhi oleh faktor pola makan. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan orang tua, pola asuh, dan faktor budaya berhubungan signifikan dengan status gizi balita di masa pandemi covid-19. Maka dari itu, diharapkan kepada semua pihak khususnya orang tua untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang gizi agar dapat menerapkan perilaku gizi yang tepat pada anak balita.