Faktor Risiko Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Melahirkan Di Rumah Sakit Daerah Kolonel Abundjani Bangko Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Yumirsa, Tanti
Advisor:
Wulansari, Novi
Kasoema, Rahmi Sari
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Umur, paritas, kelainan letak, Gemeli, KPD.
DOI:
-
Abstract :
Kejadian ketuban pecah dini mendekati 10% dari semua persalinan. Dampak dari Ketuban pecah dini menimbulkan risiko infeksi, abrupsio plasenta Di Rumah Sakit Daerah Kolonel Abundjani Bangko menunjukkan kejadian KPD pada tahun 2020 berjumlah 175 orang (26,6%) dan tahun 2021 berjumlah 90 (21,1%) orang Tujuan penelitian mengetahui Faktor Risiko Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Melahirkan Di Rumah Sakit Daerah Kolonel Abundjani Bangko Tahun 2021. Jenis penelitian adalah survey analitik menggunakan desain kohort retropektif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 Di Rumah Sakit Daerah Kolonel Abundjani Bangko. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu bersalin yang melahirkan Di Rumah Sakit Daerah Kolonel Abundjani Bangko tahun 2021 berjumlah 266 orang. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Pengumpulan data Format ceklist, data diolah dengan komputerisasi. Analisis digunakan univariat dan bivariat dan uji chi-square. Hasil penelitian 194 (72,9%) responden tidak memiliki umur yang berisiko, 263 (98,9%) responden tidak mengalami kelainan letak janin, . 264 (99,2%) responden tidak mengalami kehamilan gameli, 235 (88,3%) responden tidak memiliki paritas yang berisiko, 176 (66,2%) responden tidak mengalami KPD, ada hubungan paritas p= 0,000 dengan KPD. Tidak ada hubungan umur p= 0,227, kelainan letak p= 0,265, kehamilan gemeli p= 1,000 dengan KPD. Disimpulkan ada hubungan paritas dengan KPD. Diharapkan kepada ibu agar dapat mengatur jumlah anak dengan menggunakan alat kontrasespsi dan dapat berkonsultasi ke tenaga kesehatan.