Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Delima, Harnining Putri
Advisor:
Zuraida
Fizran
Fizran
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Mutu Pelayanan Kesehatan, Pasien Rawat
DOI:
-
Abstract :
Mutu dapat diartikan suatu cara untuk meraih tujuan.Berdasarkan Data Indeks Kepuasan masyarakat Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh bahwa dari 8 Puskesmas di kota Payakumbuh, Puskesmas Ibuh mempunyai Indeks Kepuasan Masyarakat yang terendah atau tidak mencukupi target, hanya 74% target yang tercapai, sementara target yang harus di capai adalah 95%, Berdasarkan survey awal yang dilakukan di Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh yang dilihat dari lima dimensi mutu pelayanan kesehatan (Reliability , Responsive, Assurance, Emphaty, Tangible) Terhadap 10 responden maka rata-rata 6 dari 10 responden menyatakan tidak puas terhadap pelayanan yang di berikan oleh Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh 2016 Jenis dan nmetode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah Survey analitik rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh pada bulan April - Agustus 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien pada unit rawat jalan di Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh yang ratarata tiap bulan sebanyak 1454 orang dengan sampel sebanyak 313 orang. Sampel diambil secara systematic random sampling. Pengolahan data dengan menggunakan SPSS. Kemudian data di Analisa secara Univariat dan Bivariat dengan Uji Chi Square. Dari hasil penelitian, didapatkan (54,3%) responden tidak puas, (54,6%) responden menyatakan reliabilitas mutu tidak baik, (52,4%) responden menyatakan daya tangkap mutu tidak baik, (52,7%) responden menyatakan jaminan mutu tidak baik, (51,8%) responden menyatakan empati mutu tidak baik dan (55,3%) responden menyatakan bukti fisik mutu tidak baik. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara dimensi reliabilitas, daya tangkap,jaminan, empati dan bukti fisik dengan kepuasan pasien. Dapat disimpulkan bahwa ketidakpuasaan pasien disebabkan oleh faktor lima dimensi mutu pelayanan kesehatan. Oleh karena itu diharapkan bagi pimpinan Puskesmas agar meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang ada dan dapat meningkatkan kepuasan pasien, perlu lebih lanjut tentang mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien.