Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Yang Memiliki Bayi Usia 6-12 Bulan DI Jorong Surabayo Wilayah Kerja Puskesmas Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Rinawati
Advisor:
Afriyanti, Detty
Rudjito
Rudjito
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Penegtahuan, pekerjaan, sosial budaya, asi eksklusif.
DOI:
-
Abstract :
ASI eksklusif adalah pemberian air susu ibu saja kepada bayi selama 6 bulan pertama kehidupan bayi tanpa memberikan makanan atau cairan lain, kecuali vitamin, mineral, dan obat yang telah diizinkan. ASI eksklusif adalah pemberian ASI secara eksklusif pada bayi sejak lahir hingga bayi berumur 6 bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun. Bagi bayi, ASI eksklusif adalah makanan dengan kandungan gizi yang paling sesuai untuk kebutuhan bayi, melindungi bayi dari berbagai penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernafasan akut. Studi awal yang peneliti lakukan di Puskesmas Lubuk Basung berdasarkan hasil wawancara dari 10 orang ibu yang memiliki bayi hanya 4 orang yang memberikan asi eksklusif pada bayinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian asi eksklusif pada ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di Jorong Surabayo Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di Jorong Surabayo Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung tahun 2017 sebanyak 68 orang, yang diambil secara Total Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesoner pada bulan Maret-April 2017 di Jorong Surabayo Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung dan diolah secara komputerisasi serta analisa secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat denagn uji Chi Square. Pada penelitian ini ditemukan proposisi pemberian ASI eksklusif yang diteliti berdasarkan pengetahuan yang rendah (52,9%), ibu yang bekerja (61,8%), dan sosial budaya yang kurang (61,8%). Dari uji statistic pada semua variabel didapatkan (nilai p value = 0,000) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, pekerjaan, dan sosial budaya dengan pemberian asi eksklusif pada ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Dari hasil penelitian diatas dapat dikemukakan bahwa masih banyaknya ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Untuk itu diharapkan kepada institusi puskesmas untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan terutama pada pentingnya ASI eksklusif bagi bayi 0-6 bulan agar dapat meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif.