Pengaruh Posisi Orthopneic Dalam Mengatasi Ketidakefektifann Pola Nafas Pada Klien Dengan PPOK Di Ruang Paru Rumah Sakit Umum Mayjen H.A Thalib Kabupaten Kerinci Tahun 2021

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Vidiatama, Neranti
Advisor:
Amelia, Sherly
Dewi, Ratna
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Posisi Orthopneic, Ketidakefektifan Pola Nafas, PPOK.
DOI:
-
Abstract :
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang menempati urutan ke 4 penyebab kematian di Indonesia. PPOK menjadi urutan 1 pada kelompok penyakit paru di Indonesia dengan angka kesakitan (35%). Salah satu intervensi terapeutik pada pasien PPOK dalam meringankan sensasi dispnea dan meningkatkan fungsi paru adalah teknik posisi orthopneic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi orthopneic dalam mengatasi ketidakefektifan pola nafas pada klien PPOK di Ruang Paru RSU Mayjen H.A Thalib Kabupaten Kerinci Tahun 2021. Desain penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan pendekatan Two group Pre and Post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien PPOK yang dirawat di Ruang Paru RSU Mayjen H.A Thalib Kabupaten Kerinci. Teknik sampel purposive sampling dengan jumlah 20 orang yang terdiri dari 10 orang kelompok intervensi dan 10 orang kelompok kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.
Hasil penelitian didapatkan rata-rata frekuensi nafas setelah diberikan posisi orthopneic pada kelompok intervensi adalah 24,30, sedangkan pada
kelompok kontrol adalah 27,10, dengan mean Different -2,800, T= -4,367. Berdasarkan uji statistik di dapatkan p value = 0.000 ( 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh posisi orthopneic dalam mengatasi ketidakefektifan pola nafas pada klien PPOK. Disarankan pasien
memanfaatkan posisi orthopneic sebagai intervensi terapeutik dalam meringankan sensasi dispnea, dan menurunkan frekuensi nafas pada PPOK.
Download From Google Drive