Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn. M di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Kampung Provinsi Jambi Tahun 2021
Categorie(s):
Complementary Nursing Case Study
Author(s):
Oktavera, Ariska
Advisor:
Mariyana, Rina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Diabetes melitus, kayu manis, kadar glukosa darah.
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang : Diabetes Mellitus atau disebut juga dengan kencing manis
merupakan sekelompok kelainan heterogen di tandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia yang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Berdasarkan fenomena yang didapatkan bahwa kadar glukosa darah yang tinggi diakibatkan kurangnya pelibatan keluarga dalam mengelola diabetes mellitus. Karena dukungan keluarga berperanan penting dalam asuhan keperawatan yang diberikan. Untuk mencapai hasil perawatan yang baik, diperlukan implementasi evidence-based nursing. Metode: studi kasus ini bertujuan untuk mempersentasikan implementasi eviden-based nursing dengan terapi komplementer, berupa seduhan kulit kayu manis dikonsumsi selama 1 minggu. Hasil: pengecekan glukosa darah dilakukan sebelum implementasi dan 7 hari setelah implementasi diberikan, hasil pre dan post menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah selama 7 hari mengkonsumsi. Kesimpulan: Jadi dapat disimpulkan terapi komplementer seduhan kulit kayu manis yang dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur selama 1 minggu memperlihatkan hasil terjadinya penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus.
merupakan sekelompok kelainan heterogen di tandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia yang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Berdasarkan fenomena yang didapatkan bahwa kadar glukosa darah yang tinggi diakibatkan kurangnya pelibatan keluarga dalam mengelola diabetes mellitus. Karena dukungan keluarga berperanan penting dalam asuhan keperawatan yang diberikan. Untuk mencapai hasil perawatan yang baik, diperlukan implementasi evidence-based nursing. Metode: studi kasus ini bertujuan untuk mempersentasikan implementasi eviden-based nursing dengan terapi komplementer, berupa seduhan kulit kayu manis dikonsumsi selama 1 minggu. Hasil: pengecekan glukosa darah dilakukan sebelum implementasi dan 7 hari setelah implementasi diberikan, hasil pre dan post menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah selama 7 hari mengkonsumsi. Kesimpulan: Jadi dapat disimpulkan terapi komplementer seduhan kulit kayu manis yang dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur selama 1 minggu memperlihatkan hasil terjadinya penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus.