Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. I Dengan Kasus Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Kampung Tahun 2021
Categorie(s):
Complementary Nursing Case Study
Author(s):
Yolanda, Delva
Advisor:
Kartika, Imelda Rahmayunia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Hipertensi, Komplementer, Keluarga.
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang : Teori Komplementer akhir-akhir ini menjadi isu di banyak
negara. Masyarakat menggunakan terapi ini dengan alasan keyakinan, keuangan, reaksi obat kimia dan tingkat kesembuhan. Perawat mempuyai peluang terlibat dalam terapi ini, tetapi memerlukan dukungan hasil-hasil penelitian (evidence based practice). Terapi dengan tanaman herbal merupakan salah satu bagian dari terapi komplementer yang telah dikembangkan dan dipergunakan secara luas di seluruh dunia. salah satunya adalah Air Rebusan Bawang Putih, Air Rebusan Bawang Putih merupakan tanaman budidaya yang pada umumnya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Umbi ini wajib ada setiap rumah tangga di indonesia, hampir semua masakan indonesia menggunakan bawang putih sebagai bumbu tambahan. Selain untuk dikonsumsi, bawang putih dapat dimanfaatkan secara tradisional untuk mengobati tekanan darah tinggi, sakit kepala, gangguan pernafasan, ambeyen, sembelit, luka memar, kolesterol, dan lain-lain. Metode : Pada implementasi ditetapkan bahwa terapi Komplementer pada pasien hipertensi yaitu dengan pemberian air rebusan bawang putih. Penelitian ini di akukan selama 7 hari dengan perlakuan intervensi pada pagi dan sore. Hasil : Menunjukan adanya penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi yaitu sebelum dan sesudah dilakukan pemberian air rebusan bawang putih selama
7 hari. Kesimpilan : Penerapan terapi Komplementer air rebusan bawang putih yang dilakukan menunjukkan perbaikan pada pasien penderita hipertensi. Oleh karena itu, penerapan Evidence Base Nursing ini dapat direkomendasikan dalam pemberian asuhan keperawatan.
negara. Masyarakat menggunakan terapi ini dengan alasan keyakinan, keuangan, reaksi obat kimia dan tingkat kesembuhan. Perawat mempuyai peluang terlibat dalam terapi ini, tetapi memerlukan dukungan hasil-hasil penelitian (evidence based practice). Terapi dengan tanaman herbal merupakan salah satu bagian dari terapi komplementer yang telah dikembangkan dan dipergunakan secara luas di seluruh dunia. salah satunya adalah Air Rebusan Bawang Putih, Air Rebusan Bawang Putih merupakan tanaman budidaya yang pada umumnya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Umbi ini wajib ada setiap rumah tangga di indonesia, hampir semua masakan indonesia menggunakan bawang putih sebagai bumbu tambahan. Selain untuk dikonsumsi, bawang putih dapat dimanfaatkan secara tradisional untuk mengobati tekanan darah tinggi, sakit kepala, gangguan pernafasan, ambeyen, sembelit, luka memar, kolesterol, dan lain-lain. Metode : Pada implementasi ditetapkan bahwa terapi Komplementer pada pasien hipertensi yaitu dengan pemberian air rebusan bawang putih. Penelitian ini di akukan selama 7 hari dengan perlakuan intervensi pada pagi dan sore. Hasil : Menunjukan adanya penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi yaitu sebelum dan sesudah dilakukan pemberian air rebusan bawang putih selama
7 hari. Kesimpilan : Penerapan terapi Komplementer air rebusan bawang putih yang dilakukan menunjukkan perbaikan pada pasien penderita hipertensi. Oleh karena itu, penerapan Evidence Base Nursing ini dapat direkomendasikan dalam pemberian asuhan keperawatan.