Faktor - Faktor yang berhubungan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bidar Alam Kabupaten Solok Selatan Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Yelmi
Advisor:
Sari, Novi Wulan
Sari, Vitria Komala
Sari, Vitria Komala
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, BBLR, Penyakit Infeksi, ASI Ekslusif, Pendapatan Keluarga.
DOI:
-
Abstract :
Prevalensi balita stunting lebih tinggi pada kelompok usia 24-59 bulan tahun 2018 yaitu sebesar 9,6% (sangat pendek) dan 20,3% (pendek). Kabupaten Solok Selatan masuk kedalam prioritas penanganan stunting oleh pemerintah tahun 2021. Faktor resiko stunting adalah berat badan lahir, penyakit infeksi, riwayat ASI eksklusif, dan pendapatan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bidar Alam Kabupaten Solok Selatan Tahun 2022. Jenis penelitian deskriptif analitik, desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada 23 Maret s/d 6 April 2022. Populasi seluruh anak balita yang berkunjung dari bulan Januari s/d September 2021 ke Puskesmas Bidar Alam Kabupaten Solok Selatan dengan jumlah 27 orang. Teknik pengambilan sampel kasus secara total sampling, sampel kontrol secara accidental sampling dengan perbandingan 1:1. Data diolah secara komputersasi, dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian lebih dari separuh 55,6% responden tidak BBLR, lebih dari separuh 85,2% responden tidak ada penyakit infeksi, lebih dari separuh 55,6% responden tidak memberikan ASI Ekslusif, dan lebih dari separuh 53,7% memiliki pendapatan keluarga rendah. Hasil uji Chi Square Ada hubungan signifikan antara BBLR (0,000) OR = 149,5; ASI Ekslusif (0,000) OR =0,096; dan pendapatan keluarga (0,006) OR = 5,714 dengan kejadian stunting dan tidak ada hubungan signifikan antara penyakit infeksi (0,250) OR = 3,571 dengan kejadian stunting. Kesimpulannya ada hubungan signifikan antara BBLR, ASI ekslusif dan pendapatan keluaga dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas dapat memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting sedari dini, mulai remaja hingga ibu hamil.