Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Nurbaiti
Advisor:
Wahyuni
Miharti, Sari Ida
Miharti, Sari Ida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Man, Money, Mechine, Market, Methode, Penyebab stunting.
DOI:
-
Abstract :
Permasalahan stunting masih menjadi masalah yang cukup serius yang sering terjadi pada anak balita. Prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2020 berada di urutan 22 tertinggi dari 34 provinsi yang berada di Indonesia yaitu sebanyak 14,3%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2021. Jenis penelitian ini yaitu
kualitatif dengan fenomenologi. Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Kinali pada bulan Januari 2022. Informant pada penelitian ini terdiri dari Kepala Puskesmas Kinali, Ka instalasi Gizi, 2 orang bidan, 1 orang kader, 2 orang tokoh masyatakat 4 orang ibu balita yang memiliki balita stunting. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Intrumen penelitian ini yaitu pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu penyajian data berdasarkan triagulasi data. Hasil penelitian dari segi input masih terdapat kendala sarana dan dana serta masih kendala dari segi market yaitu tidak bisa melakukan penyuluhan karena pandemi covid 19. Dari segi proses kendala yang ditemukan dalam proses pencegahan stunting yaitu dana dan sarana masih kurang serta terkendala karena pandemi. Pada komponen output belum
terlihat bukti nyata dari proses pencegahan stunting yang dilaksanakan. Untuk kedepannya diharpakan pihak puskesmas untuk dapat menyediakan sarana yang lengkap sehingga proses pencegahan stunting dapat terlaksana dengan maksmlal.
kualitatif dengan fenomenologi. Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Kinali pada bulan Januari 2022. Informant pada penelitian ini terdiri dari Kepala Puskesmas Kinali, Ka instalasi Gizi, 2 orang bidan, 1 orang kader, 2 orang tokoh masyatakat 4 orang ibu balita yang memiliki balita stunting. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Intrumen penelitian ini yaitu pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu penyajian data berdasarkan triagulasi data. Hasil penelitian dari segi input masih terdapat kendala sarana dan dana serta masih kendala dari segi market yaitu tidak bisa melakukan penyuluhan karena pandemi covid 19. Dari segi proses kendala yang ditemukan dalam proses pencegahan stunting yaitu dana dan sarana masih kurang serta terkendala karena pandemi. Pada komponen output belum
terlihat bukti nyata dari proses pencegahan stunting yang dilaksanakan. Untuk kedepannya diharpakan pihak puskesmas untuk dapat menyediakan sarana yang lengkap sehingga proses pencegahan stunting dapat terlaksana dengan maksmlal.