Analisis Program Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Pada Balita Di Puskesmas Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Yanti, Husri
Advisor:
Wahyuni
Yesti, Yulia
Yesti, Yulia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Program SDIDTK; Puskesmas; Balita.
DOI:
-
Abstract :
Program SDIDTK merupakan program pembinaaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada masa balita. Capaian program SDIDTK balita di puskesmas Padang Sibusuk tahun 2021 adalah 55,89 % masih dibawah target. Tujuan penelitian untuk menganalisis program SDIDTK balita di Puskesmas Padang Sibusuk tahun 2021. Metode Penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Pemilihan informan penelitian dengan purposive sampling. Komponen yang
diteliti adalah input, proses dan output program SDIDTK. Hasil penelitian ditemukan pada komponen input belum ada kebijakan khusus dikeluarkan oleh pemerintah daerah mengenai program SDIDTK. Peraturan belum disosialisasikan ke semua jejaring terkait, SDM pengelola dan pelaksana program SDIDTK secara kuantitas sudah cukup namun kualitas belum memadai. Dana, sarana dan prasarana belum mencukupi. Komponen proses perencanaan dan pengorganisasian sudah ada namun dukungan lintas program dan sektor belum maksimal. Pelaksanaan Monitoring dan evaluasi SDIDTK belum maksimal. Komponen output capaian program SDIDTK belum berhasil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komponen input, proses dan output belum terlaksana maksimal. Saran untuk mencapai hasil program maksimal perlu adanya kebijakan Pemerintah Daerah khusus mengenai program SDIDTK, SDM yang terlatih, dana, sarana dan prasarana yang cukup, dukungan yang kuat dari lintas program dan lintas sektor terkait, pelaksanaan kegiatan SDIDTK berkualitas, evaluasi dan monitoring program yang maksimal dan berkelanjutan.
diteliti adalah input, proses dan output program SDIDTK. Hasil penelitian ditemukan pada komponen input belum ada kebijakan khusus dikeluarkan oleh pemerintah daerah mengenai program SDIDTK. Peraturan belum disosialisasikan ke semua jejaring terkait, SDM pengelola dan pelaksana program SDIDTK secara kuantitas sudah cukup namun kualitas belum memadai. Dana, sarana dan prasarana belum mencukupi. Komponen proses perencanaan dan pengorganisasian sudah ada namun dukungan lintas program dan sektor belum maksimal. Pelaksanaan Monitoring dan evaluasi SDIDTK belum maksimal. Komponen output capaian program SDIDTK belum berhasil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komponen input, proses dan output belum terlaksana maksimal. Saran untuk mencapai hasil program maksimal perlu adanya kebijakan Pemerintah Daerah khusus mengenai program SDIDTK, SDM yang terlatih, dana, sarana dan prasarana yang cukup, dukungan yang kuat dari lintas program dan lintas sektor terkait, pelaksanaan kegiatan SDIDTK berkualitas, evaluasi dan monitoring program yang maksimal dan berkelanjutan.