Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trisemester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakan Selasa Kabupaten Solok Selatan
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Yunita, Nepri
Advisor:
Afriyanti, Detty
Amalina, Nurul
Amalina, Nurul
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Anemia, umur, paritas, jarak kehamilan, pengetahuan.
DOI:
-
Abstract :
Pada tahun 2019 angka anemia di Puskesmas Pakan Selasa pada tahun (63%) dan meningkat pada tahun 2020 (63%). angka kejadian anemia yang tinggi dapat membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trisemester III di Wilayah Kerja Pakan Selasa Kabupaten Solok Selatan. Desain penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu hamil trisemester III yang berdomilisi di wilayah kerja Puskesmas Pakan Selasa pada bulan Februari 2022 sebanyak 48 orang. Teknik pengambilan sampel secara Random sampling sebanyak 32 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari analisa
univariat 16 orang (50%) memiliki usia 20-35 tahun dan 16 orang (50%) memiliki usia 35 tahun, 28 orang (87,5%) ibu multipara, 16 orang (50%) memiliki jarak kehamilan beresiko ( 2 tahun) dan 16 orang (50%) jarak kehamilan tidak beresiko ( 2 tahun), 19 orang (59,4%) memiliki pengetahuan
rendah, dan (68,8%) ibu hamil anemia. Analisa bivariat didapatkan terdapat hubungan antara umur ibu (p-value = 0,033), paritas (p-value = 0,011), jarak kehamilan (p-value = 0,044), dan pengetahuan ( pvalue = 0,002) terhadap anemia. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan untuk meningkatan
peran serta program promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan pada masyarakat tentang kejadian anemia pada ibu hamil. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan terhadap ibu hamil oleh petugas puskesmas atau kader sebagai bentuk penanggulangan dan pencegahan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Pakan Selasa.
univariat 16 orang (50%) memiliki usia 20-35 tahun dan 16 orang (50%) memiliki usia 35 tahun, 28 orang (87,5%) ibu multipara, 16 orang (50%) memiliki jarak kehamilan beresiko ( 2 tahun) dan 16 orang (50%) jarak kehamilan tidak beresiko ( 2 tahun), 19 orang (59,4%) memiliki pengetahuan
rendah, dan (68,8%) ibu hamil anemia. Analisa bivariat didapatkan terdapat hubungan antara umur ibu (p-value = 0,033), paritas (p-value = 0,011), jarak kehamilan (p-value = 0,044), dan pengetahuan ( pvalue = 0,002) terhadap anemia. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan untuk meningkatan
peran serta program promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan pada masyarakat tentang kejadian anemia pada ibu hamil. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan terhadap ibu hamil oleh petugas puskesmas atau kader sebagai bentuk penanggulangan dan pencegahan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Pakan Selasa.