Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil Trisemester I Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Gadang Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Desmita, Riri
Advisor:
Meilinda, Vittria
Afriyanti, Detty
Afriyanti, Detty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kekurangan Energi Kronis, Asupan Gizi, Penyakit Infeksi.
DOI:
-
Abstract :
Kurang Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan pemenuhan kebutuhan dan pengeluaran energi. Angka kejadian jumlah ibu hamil KEK tahun 2018 sebanyak 35 orang (1,6%), tahun 2019 sebanyak 39 orang (2,7%), dan tahun 2020 sebanyak 68 orang (4%). Tujuan Penelitian ini mengetahui Faktor yang berhubungan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Gadang Tahun 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trisemester I yang berdomilisi di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Gadang pada bulan pada bulan Desember 2021- Januari 2022 sebanyak 75 orang. Teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat didapatkan 36 orang (83,7%) memiliki sosial ekonomi rendah,32 orang (74,4%) memiliki jarak kehamilan yang tidak beresiko, 32 orang (74,4%) memiliki pola konsumsi setiap kali makan yang tidak baik, 25 orang (58,1%) tidak mendapat dukungan dari suami selama kehamilan, 27 orang (62,8%) ada penyakit infeksi, dan 33 orang (76,7%) mengalami KEK. Analisa bivariat didapatkan terdapat hubungan antara sosial ekonomi (p-value = 0,020), pola konsumsi (p-value = 0,001), penyakit infeksi (p-value = 0,042), dukungan suami ( p-value = 0,048) dan tidak terdapat hubungan antara jarak kehamilan ( pvalue = 0,667) terhadap kejadian KEK Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sosial ekonomi, pola konsumsi, penyakit infeksi, dan dukungan suami terhadap kejadian KEK. Maka disarankan perlunya peningkatan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kejadian KEK pada ibu hamil dengan cara memberikan penyuluhan terhadap ibu hamil oleh petugas puskesmas atau kader sebagai bentuk penanggulangan dan pencegahan kejadian KEK.