Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Dalam Laju 1000 Hari Kehidupan Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Amalia, Yetriza
Advisor:
Oktavianis
Sari, Novi Wulan
Sari, Novi Wulan
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
KEK, Faktor Penyebab KEK.
DOI:
-
Abstract :
Kasus KEK pada ibu hamil di Puskesmas Lubuk Gadang tahun 2020 sebanyak 2,7%. Mayoritas ibu hamil sebagai petani sekaligus sebagai pengurus rumah tangga, energi yang dikeluarkan lebih banyak dari asupan makanan beresiko terjadinya KEK yang berdampak kelahiran BBLR. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dalam laju 1000 hari kehidupan di Puskesmas Lubuk Gadang tahun 2022. Jenis penelitian ini deskriptif analitik, desain crossectional study. Penelitian telah dilakukan pada Maret 2022. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang tercatat di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan, yaitu sebanyak 287 orang ibu hamil. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple random sampling, jumlah sampel 45 orang. Data diolah secara komputerisasi dan dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil univariat lebih dari separuh 24 (53,3%) responden mengalami KEK, lebih dari separuh 23 (51,1%) responden memiliki umur yang tidak beresiko, lebih dari separuh 27 (60%) responden memiliki pendidikan rendah, lebih dari separuh 32 (71,1%) responden memiliki paritas beresiko, lebih dari separuh 25 (55,6%) responden memiliki sosial ekonomi rendah, lebih dari separuh 39 (86,7%) responden tidak memiliki penyakit infeksi. Hasil uji Chi Square Ada hubungan signifikan antara pendidikan (0,001) OR=0,100; paritas (0,019) OR = 0,157; status ekonomi (0,001) OR =0,105; tidak ada hubungan signifikan antara umur (0,376) OR = 1,867dan infeksi penyakit (1,000) OR=1,167. Kesimpulannya Ada hubungan signifikan antara pendidikan, paritas dan status ekonomi dengan kejadian KEK. Diharapkan puskesmas dapat memberikan edukasi pada ibu tentang KEK pada ibu hamil.