Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian BBLR Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Elmizal
Advisor:
Mardiah, Ainal
Indreswati
Indreswati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Usia, paritas, Anemia, Jarak Kehamilan, BBLR.
DOI:
-
Abstract :
Bayi dengan BBLR memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian, keterlambatan petumbuhan dan perkembangan selama masa kanak-kanak dibandingkan dengan bayi yang tidak BBLR. Data yang didaptkan di Puskesmas Tanjung Gadang tahun 2020 jumlah BBLR 24 bayi (4,72%) dengan jumlah kelahian hidup 558 bayi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian BBLR Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Gadang Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan desain Case Control. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas
Tanjung Gadang tahun 2022. Populasi adalah bayi baru lahir yang tercatat di yaitu berjumlah 513 bayi. sedangkan bayi yang BBLR yaitu 23 bayi. Sampel diambil dengan teknik total sampling dengan prinsip 1:2 yaitu 23 kasus dan 46 kontrol sehingga total sampel 69 sampel. Data menggunakan format
pengumpulan data dan dianalisa dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian 46 (66,7%) ibu tidak memiliki anak BBLR. 48 (69,6%) ibu tidak memiliki usia yang berisiko, 52 (75,4%) ibu tidak memiliki paritas tidak berisiko. 35 (50.7%) ibu memiliki jarak kehamilan >
3 tahun. 49 (66,7%) ibu tidak memiliki anemia. Kemudian ada hubungan yang bermakna antara usia (p= 0,013), paritas (p= 0,023), anemia (p=0,0005) dengan kejadian BBLR. Tidak ada hubungan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR (p= 0,106). Disimpulkan ada hubungan usia,paritas dan anemia dengan BBLR. Dari nilai OR yang paling tinggi anemia merupakan peluang resiko tertinggi terjadi BBLR. Bagi ibu hamil untuk selalu memeriksakan kehamilannya secara teratur minimal 4 kali dalam masa kehamilan, mengkonsumsi tablet Fe secara teratur dan mengkonsumsi makanan yang bergizi selama masa kehamilan.
Tanjung Gadang tahun 2022. Populasi adalah bayi baru lahir yang tercatat di yaitu berjumlah 513 bayi. sedangkan bayi yang BBLR yaitu 23 bayi. Sampel diambil dengan teknik total sampling dengan prinsip 1:2 yaitu 23 kasus dan 46 kontrol sehingga total sampel 69 sampel. Data menggunakan format
pengumpulan data dan dianalisa dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian 46 (66,7%) ibu tidak memiliki anak BBLR. 48 (69,6%) ibu tidak memiliki usia yang berisiko, 52 (75,4%) ibu tidak memiliki paritas tidak berisiko. 35 (50.7%) ibu memiliki jarak kehamilan >
3 tahun. 49 (66,7%) ibu tidak memiliki anemia. Kemudian ada hubungan yang bermakna antara usia (p= 0,013), paritas (p= 0,023), anemia (p=0,0005) dengan kejadian BBLR. Tidak ada hubungan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR (p= 0,106). Disimpulkan ada hubungan usia,paritas dan anemia dengan BBLR. Dari nilai OR yang paling tinggi anemia merupakan peluang resiko tertinggi terjadi BBLR. Bagi ibu hamil untuk selalu memeriksakan kehamilannya secara teratur minimal 4 kali dalam masa kehamilan, mengkonsumsi tablet Fe secara teratur dan mengkonsumsi makanan yang bergizi selama masa kehamilan.