Analisis Faktor Resiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center Kota Pekanbaru Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Putri, Keke Trinidas
Advisor:
Amalina, Nurul
Miharti, Sari Ida
Miharti, Sari Ida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
BBLR, Kekurangan Energi Kronis (KEK), Umur Kehamilan.
DOI:
-
Abstract :
Angka kematian neonatal BBLR dengan gambaran perwilayah di Provinsi
Riau, pada tahun 2020 terdapat 50 (40,9%) kematian neonatal di kota Pekanbaru, 40 (32,7%) kematian neonatal di Kabupaten Bengkalis dan 32 (26,2%) kematian neonatal di Kabupaten Kampar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis factor risiko yang berhubungan dengan kejadian BBLR di rumah sakit pekanbaru medical center tahun 2020-2021. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di rumah sakit Pekanbaru Medical Center bejumlah 2.643 ibu pada rekam medis tahun 2020-2021, penelitian dilakukan pada Januari-Februari 2022. Sampel penelitian ini sebanyak 97 ibu. Pengambilan sampel dengan Purposive Sampling, analisis data Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang sangat signifikan antara kekurangan energy kronis (Pvalue = 0,0001), anemia (Pvalue = 0,0001), umur kehamilan (Pvalue = 0,0001), jarak kehamilan (Pvalue = 0,002), paritas (Pvalue = 0,004) dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center tahun 2021. Namun, tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu (Pvalue = 0,317) dan tinggi badan ibu (Pvalue = 0,715) dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center tahun 2021. Jadi, variabel yang paling berpengaruh terhadap dengan kejadian BBLR adalah
Umur kehamilan. Diharapkan ibu bayi untuk selalu memeriksakan kadar Hb dan
LILA ibu selama hamil secara berkala serta memantau pertumbuhan serta
pemenuhan kadar gizi bayi untuk menekan serta mencegah kejadian BBLR yang disebabkan oleh KEK, anemia dan faktor risiko BBLR lainnya.
Riau, pada tahun 2020 terdapat 50 (40,9%) kematian neonatal di kota Pekanbaru, 40 (32,7%) kematian neonatal di Kabupaten Bengkalis dan 32 (26,2%) kematian neonatal di Kabupaten Kampar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis factor risiko yang berhubungan dengan kejadian BBLR di rumah sakit pekanbaru medical center tahun 2020-2021. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di rumah sakit Pekanbaru Medical Center bejumlah 2.643 ibu pada rekam medis tahun 2020-2021, penelitian dilakukan pada Januari-Februari 2022. Sampel penelitian ini sebanyak 97 ibu. Pengambilan sampel dengan Purposive Sampling, analisis data Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang sangat signifikan antara kekurangan energy kronis (Pvalue = 0,0001), anemia (Pvalue = 0,0001), umur kehamilan (Pvalue = 0,0001), jarak kehamilan (Pvalue = 0,002), paritas (Pvalue = 0,004) dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center tahun 2021. Namun, tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu (Pvalue = 0,317) dan tinggi badan ibu (Pvalue = 0,715) dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center tahun 2021. Jadi, variabel yang paling berpengaruh terhadap dengan kejadian BBLR adalah
Umur kehamilan. Diharapkan ibu bayi untuk selalu memeriksakan kadar Hb dan
LILA ibu selama hamil secara berkala serta memantau pertumbuhan serta
pemenuhan kadar gizi bayi untuk menekan serta mencegah kejadian BBLR yang disebabkan oleh KEK, anemia dan faktor risiko BBLR lainnya.