Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6 59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Laweh Kabupaten Sijunjung Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Darmita, Nurli
Advisor:
Oktavianis
Adriani
Adriani
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Berat badan lahir, sanitasi lingkungan, asupan gizi, kejadian stunting.
DOI:
-
Abstract :
Stunting dianggap sebagai suatu gangguan pertumbuhan irreversibel akibat nutrisi yang tidak memadai dan adanya infeksi berulang selama 1000 hari pertama kehidupan. Banyak faktor yang bisa menyebabkan stunting pada anak balita diantaranya berat badan lahir, sanitasi lingkungan dan asupan gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6 59 Bulan di Wilayah Kerja
Puskesmas Padang Laweh Kabupaten Sijunjung Tahun 2021. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain case control. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari Maret 2022 sampai dengan Januari Tahun 2022. Populasi ibu yang memiliki anak balita yang berjumlah 1070 orang dengan jumlah sampel 92 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 46 orang kelompok kasus dan 46 orang kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner kemudian analisis data dengan Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan berat badan lahir (p value= 0,001), asupan gizi (p value=0,001) dan tidak ada hubungan sanitasi lingkungan (p value= 0,138) dengan dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan terdapat hubungan berat badan lahir dan asupan gizi, sedangkan tidak terdapat hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya bidan untuk melakukan upaya pencegahan stunting seperti memberikan penyuluhan tentang pola asuh makan yang baik.
Puskesmas Padang Laweh Kabupaten Sijunjung Tahun 2021. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain case control. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari Maret 2022 sampai dengan Januari Tahun 2022. Populasi ibu yang memiliki anak balita yang berjumlah 1070 orang dengan jumlah sampel 92 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 46 orang kelompok kasus dan 46 orang kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner kemudian analisis data dengan Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan berat badan lahir (p value= 0,001), asupan gizi (p value=0,001) dan tidak ada hubungan sanitasi lingkungan (p value= 0,138) dengan dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan terdapat hubungan berat badan lahir dan asupan gizi, sedangkan tidak terdapat hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya bidan untuk melakukan upaya pencegahan stunting seperti memberikan penyuluhan tentang pola asuh makan yang baik.