Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Ulang Aling Solok Selatan Tahun 2022

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Yanti, Wiska
Advisor:
Oktavianis
Sari, Mila
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
ASI ekslusif , MP-ASI, Pendidikan , Pekerjaan, Usia Kejadian Stunting.
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan data Kabupaten Solok Selatan kejadian stunting dari tahun 2020 dari 10.892 orang balita yang diukur terdapat 1.767 (16,5%) orang balita stunting, pada tahun 2021 dari 10.618 orang balita yang diukur terdapat 927 (8,7%) orang balita stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Ulang Aling Solok Selatan Tahun 2021. Penelitian dilakukan dengan metode Deskriptif analitik dengan pendekatan Case Control pada tanggal 21 sampai 31 Januari 2022 di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Ulang Aling Solok Selatan, populasi 393 orang, sampel 80 orang, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling analisis data di univariate dan bivariate. penelitian 60% tidak memberikan ASI, 60% tidak memberikan MP-ASI, 58,8% berpendidikan rendah, 53,8% memiliki usia beresiko, 50% pada kelompok kasus. Hasil bivariate didapatkan Pemberian ASI ekslusif (p =0,001), pemberian MP-ASI (p=0,000), pendidikan (0,000), usia (p=0,007), artinya ada hubungan Pemberian ASI ekslusif , pemberian MP-ASI, pendidikan , pekerjaan, usia dengan kejadian stunting pada balita usia 6-24 Bulan. Kesimpulan dari
penelitian ini ada hubungan Pemberian ASI ekslusif , pemberian MP-ASI, pendidikan , pekerjaan, usia dengan kejadian stunting pada balita usia 6-24 Bulan. Disarankan pada masyarakat agar dapat mencegah terjadinya stunting dengan meningkatkan penyuluhan kesehatan tentang stunting.
Download From Google Drive