Uji Laboratorium Dan Organoleptik Abon Ikan Bilih Berbahan Dasar Ikan Bilih (M-Padangensis) Dan Santan Kelapa Sebagai Inovasi MP-ASI
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Rasyid, Fatimah
Advisor:
Medhyna, Vedjia
Putri, Nita Tri
Putri, Nita Tri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Abon Ikan Bilih, Organoleptik, Nutrisi.
DOI:
-
Abstract :
Asupan gizi yang tidak memadai dalam dua tahun pertama kehidupan seorang anak dapat menyebabkan kerugian permanen akibat terhambatnya pertumbuhan yang cepat dari tubuh dan otak anak, dengan dampak terhadap pembelajaran, pekerjaan, dan masa depan. Kandungan zat gizi yang kaya pada ikan bilih ini dapat diolah menjadi berbagai produk makanan tambahan untuk pencegahan dan penanggulangan berbagai masalah gizi khususnya pada balita Pengolahan Abon ikan bilih dengan menggunakan santan kelapa yang tinggi kalori sehingga baik ditambahkan pada MPASI. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui uji laboratorium dan organoleptik abon ikan bilih berbahan dasar ikan bilih (M-Padangensis) dan santan kelapa sebagai inovasi MP-ASI. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Panelis pada penelitian ini berjumlah 40 orang terdiri dari anak balita usia 12-24 bulan sebanyak 20 orang dan responden ibu balita usia 12-24 bulan sebanyak 20 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan uji organoleptik. Hasil penelitian didapatkan Uji laboratorium kalori (550,908 kkal), Zink (0,5075 ppm), protein (15,727%), lemak (44,15%), karbohidrat (34,60%), kadar air (1,6386%), kadar abu (3,3216%.), dan uji organoleptik terdapat (40%) balita usia 12-24 bulan suka terhadap abon ikan bilih, (85%) responden suka terhadap warna abon ikan bilih yaitu coklat muda, (65%) responden suka terhadap abon ikan bilih yaitu tidak amis, (55%) responden suka terhadap tekstur abon ikan bilih yaitu halus ,(90%) responden suka terhadap rasa abon ikan bilih yaitu renyah. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa mayoritas responden menyukai abon ikan bilih sebagai MP-ASI. Maka disarankan untuk peneliti selanjutnya agar menyempurnakan proses pengolahan sehingga abon ikan bilih dan santan disukai oleh balita.