Profil Kejadian Pernikahan Usia Dini Di Kota Padang Pada Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sari, Dian Mustika
Advisor:
Putri, Nita Tri
Medhyna, Vedjia
Medhyna, Vedjia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pernikahan Usia Dini, Peran Orang Tua, Pendidikan.
DOI:
-
Abstract :
Di Sumatera Barat, pada tahun 2010 sampai 2015 pernikahan usia yang dini mencapai 10,2%, pada tahun 2016 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, pernikahan dini tertinggi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung,
Pasaman, Kota Padang dan terendah di Pariaman dan Kota Bukittinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mengetahui Profil Pernikahan Usia Dini di Kota Padang pada tahun 2020. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasutri yang sudah menikah usia dini yang berada di Kota Padang sebanyak 2.493 orang. Penelitian dilakukan pada bulan April 2022. Sampel penelitian ini sebanyak 96 orang. Pengambilan sampel dengan Simple Random Sampling, analisis data Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian pernikahan terbanyak dialami oleh responden usia 21 tahun(18,80%) berstatus istri dan usia 21 tahun(20,8%) berstatus suami. Pernikahan terbanyak dialami oleh responden pada usia orang tua 44 tahun(18,80%). Sebagian besar istri berpendidikan menengah(72,9%) dan berpenghasilan kurang(81,3%). Sebagian besar orang tua responden dengan riwayat pendidikan rendah(68,8%). Dominan responden memiliki pengetahuan yang sedang(60,4%) dan memilki persepsi negatif(55,2%). Mayoritas pekerjaan orang tua responden adalah Buruh,Supir dan ART(58,30%). Mayoritas repsonden mengalami pola asuh Otoriter(62,50%), Demokratis(52,10%), non Permisif(56,30%). Sebagian besar reponden wanita tidak memiliki komplikasi pada saat persalinan(85.40%). Sebagian reponden tidak memiliki komplikasi pada saat berKB(88.50%).Jadi, dominan suami responden berpendidikan dasar,berpenghasilan kurang dan memiliki persepsi negatif terhadap pernikahan dini. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus menambah kajian baru di bidang kesehatan yang berkaitan dengan kejadian pernikahan usia dini di Kota Padang.
Pasaman, Kota Padang dan terendah di Pariaman dan Kota Bukittinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mengetahui Profil Pernikahan Usia Dini di Kota Padang pada tahun 2020. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasutri yang sudah menikah usia dini yang berada di Kota Padang sebanyak 2.493 orang. Penelitian dilakukan pada bulan April 2022. Sampel penelitian ini sebanyak 96 orang. Pengambilan sampel dengan Simple Random Sampling, analisis data Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian pernikahan terbanyak dialami oleh responden usia 21 tahun(18,80%) berstatus istri dan usia 21 tahun(20,8%) berstatus suami. Pernikahan terbanyak dialami oleh responden pada usia orang tua 44 tahun(18,80%). Sebagian besar istri berpendidikan menengah(72,9%) dan berpenghasilan kurang(81,3%). Sebagian besar orang tua responden dengan riwayat pendidikan rendah(68,8%). Dominan responden memiliki pengetahuan yang sedang(60,4%) dan memilki persepsi negatif(55,2%). Mayoritas pekerjaan orang tua responden adalah Buruh,Supir dan ART(58,30%). Mayoritas repsonden mengalami pola asuh Otoriter(62,50%), Demokratis(52,10%), non Permisif(56,30%). Sebagian besar reponden wanita tidak memiliki komplikasi pada saat persalinan(85.40%). Sebagian reponden tidak memiliki komplikasi pada saat berKB(88.50%).Jadi, dominan suami responden berpendidikan dasar,berpenghasilan kurang dan memiliki persepsi negatif terhadap pernikahan dini. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus menambah kajian baru di bidang kesehatan yang berkaitan dengan kejadian pernikahan usia dini di Kota Padang.