Gambaran Pemberian Asi Ekslusif Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Ampek Kabupaten Pasamanan Barat Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Yurista, Gusmelda
Advisor:
Delvina, Visti
Noflidaputri, Resty
Noflidaputri, Resty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
ASI, Dukungan keluarga, Motivasi, Media Promosi.
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan profil kesehatan di Indonesia, bayi yang telah mendapatkan ASI eksklusif sampai usia enam bulan adalah sebesar 29,5%, hal ini belum sesuai dengan target Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019 yaitu persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif sebesar 50%. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran pemberian ASI ekslusif pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Simpang Ampek tahun 2021. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian
dilakukan terhadap 90 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan bulan dari bulan Maret-Juli 2021. Hasil penelitian ini di peroleh gambaran pemberian ASI Ekslusif baik sebesar 74 (82,2%), kebiasan ibu baik 47 (52,2%), ibu ada memilki motivasi (54,4%), tidak ada dukungan keluarga 50 (55,6%), persespi menyusui yang baik 50 (50,0%), dan tidak ada promosi susu formula 51,(56,7%) di wilayah
kerja Puskesmas Simpang Ampek tajun 2021. Berdasarkan hasil penelitian di peroleh bahwa dapat disimpulkan bahwa dari gambaran hasil penelitian bahwa sebagian besar responden mengenatau pemberian ASI eklusif seperti pemberian selama 6 bulan namun masih temukan responden yang memberikan MPASI sebelum usia bayi 6 bulan, disaran kepada pihak
puskesmas serta tenaga kesehatan agar lebi meningkatkan upaya dalam menyampaikan pentingnya pemberian ASI eklusif dan kapan waktu pemberian MPASI bagi bayi.
dilakukan terhadap 90 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan bulan dari bulan Maret-Juli 2021. Hasil penelitian ini di peroleh gambaran pemberian ASI Ekslusif baik sebesar 74 (82,2%), kebiasan ibu baik 47 (52,2%), ibu ada memilki motivasi (54,4%), tidak ada dukungan keluarga 50 (55,6%), persespi menyusui yang baik 50 (50,0%), dan tidak ada promosi susu formula 51,(56,7%) di wilayah
kerja Puskesmas Simpang Ampek tajun 2021. Berdasarkan hasil penelitian di peroleh bahwa dapat disimpulkan bahwa dari gambaran hasil penelitian bahwa sebagian besar responden mengenatau pemberian ASI eklusif seperti pemberian selama 6 bulan namun masih temukan responden yang memberikan MPASI sebelum usia bayi 6 bulan, disaran kepada pihak
puskesmas serta tenaga kesehatan agar lebi meningkatkan upaya dalam menyampaikan pentingnya pemberian ASI eklusif dan kapan waktu pemberian MPASI bagi bayi.