Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perdarahan Postpartum di Ruang Kebidanan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Maisaroh
Advisor:
Silvia
Rifdi, Febriniwati
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Preeklampsi, eklampsi, anemia, perdarahan postpartum.
DOI:
-
Abstract :
Pada tahun 2015 terdapat 71 kasus perdarahan di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi atau kejadian perdarahan postpartum sebesar 70,41/1000 persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang
Berhubungan dengan Perdarahan Postpartum di Ruang Kebidanan RSUD
Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di ruang kebidanan RSUD Dr. Ahmad Mochtar terhitung Januari 2016- September 2016 yaitu sebanyak 1031 dengan 94 kasus perdarahan postpartum. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan perbandingan 1:2 sehingga didapatkan sampel sebanyak 282 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi penelitian. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76,2% responden tidak mengalami
kejadian preeklampsi, 95,7% responden tidak mengalami eklampsia, 88,3%
responden tidak mengalami anemia pada kehamilan dan 33,3% responden
mengalami kejadian perdarahan postpartum. Ada hubungan preeclampsia
( p = 0,000, RR = 2,467), Eklampsia ( p = 0,003, RR = 6,000) dan anemia
( p = 0,000, RR = 3,500) dengan kejadian perdarahan postpartum. Dapat disimpulkan bahwa preeklampsi, eklampsi dan anemia pada kehamilan berhubungan dengan kejadian perdarahan postpartum. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat, khususnya ibu bersalin untuk selalu menghindari dan mencegah faktor-faktor yang dapat menyebabkan kejadian perdarahan
postpartum, salah satunya adalah dengan meningkatkan kedisiplinan dalam
melakukan kunjungan kehamilan.
Berhubungan dengan Perdarahan Postpartum di Ruang Kebidanan RSUD
Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di ruang kebidanan RSUD Dr. Ahmad Mochtar terhitung Januari 2016- September 2016 yaitu sebanyak 1031 dengan 94 kasus perdarahan postpartum. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan perbandingan 1:2 sehingga didapatkan sampel sebanyak 282 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi penelitian. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76,2% responden tidak mengalami
kejadian preeklampsi, 95,7% responden tidak mengalami eklampsia, 88,3%
responden tidak mengalami anemia pada kehamilan dan 33,3% responden
mengalami kejadian perdarahan postpartum. Ada hubungan preeclampsia
( p = 0,000, RR = 2,467), Eklampsia ( p = 0,003, RR = 6,000) dan anemia
( p = 0,000, RR = 3,500) dengan kejadian perdarahan postpartum. Dapat disimpulkan bahwa preeklampsi, eklampsi dan anemia pada kehamilan berhubungan dengan kejadian perdarahan postpartum. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat, khususnya ibu bersalin untuk selalu menghindari dan mencegah faktor-faktor yang dapat menyebabkan kejadian perdarahan
postpartum, salah satunya adalah dengan meningkatkan kedisiplinan dalam
melakukan kunjungan kehamilan.