Efektifitas Gel Lidah Buaya terhadap Penatalaksanaan Skabies di Rutan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2019
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Rina
Advisor:
Yenni
Rezkiki, Fitrianola
Rezkiki, Fitrianola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Gel lidah buaya, skabies.
DOI:
-
Abstract :
Skabies adalah salah satu penyakit menular yang merupakan hasil perpaduan berbagai faktor yang saling mempengaruhi. Prevalensi skabies yang tinggi umumnya ditemukan di lingkungan dengan kepadatan penghuni dan kontak
interpersonal tinggi seperti lembaga pemasyarakatan. Data yang diperoleh dari
Rutan Lubuk Sikaping, diketahui bahwa skabies menempati urutan pertama dalam 10 penyakit terbanyak pada tahun 2019. Fenomena yang ditemukan di lapangan bahwa penderita skabies tersebut tidak ada melakukan upaya non farmakologis untuk mengobati skabies yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas gel lidah buaya terhadap penatalaksanaan skabies. Desain penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian telah dilakukan di Rutan Lubuk Sikaping pada tanggal 1 7 Februari 2020. Populasi adalah seluruh penghuni Rutan Lubuk Sikaping, sebanyak 183 orang, dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 18 orang. Data dikumpulkan melalui observasi skabies, kemudian diolah dan dianalisa menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisa didapatkan rata-rata skabies sebelum diberikan gel lidah buaya adalah 4,78 dan sesudah diberikan gel lidah buaya 2,22. Hasil bivariat ada efektifitas gel lidah buaya terhadap penatalaksanaan skabies (p = 0,0005). Disimpulkan bahwa gel lidah buaya efektif untuk penatalaksanaan skabies. Diharapkan kepada kepala rutan agar mengadakan kerjasama dengan instansi terkait / dinas kesehatan untuk melakukan pengobatan skabies secara massa,
sehingga dapat memutus rantai penularannya. Agar menyediakan tanaman obat di sekitar rutan, seperti lidah buaya sehingga dapat dimanfaatkan sebagai terapi komplementern untuk mengatasi skabies.
interpersonal tinggi seperti lembaga pemasyarakatan. Data yang diperoleh dari
Rutan Lubuk Sikaping, diketahui bahwa skabies menempati urutan pertama dalam 10 penyakit terbanyak pada tahun 2019. Fenomena yang ditemukan di lapangan bahwa penderita skabies tersebut tidak ada melakukan upaya non farmakologis untuk mengobati skabies yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas gel lidah buaya terhadap penatalaksanaan skabies. Desain penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian telah dilakukan di Rutan Lubuk Sikaping pada tanggal 1 7 Februari 2020. Populasi adalah seluruh penghuni Rutan Lubuk Sikaping, sebanyak 183 orang, dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 18 orang. Data dikumpulkan melalui observasi skabies, kemudian diolah dan dianalisa menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisa didapatkan rata-rata skabies sebelum diberikan gel lidah buaya adalah 4,78 dan sesudah diberikan gel lidah buaya 2,22. Hasil bivariat ada efektifitas gel lidah buaya terhadap penatalaksanaan skabies (p = 0,0005). Disimpulkan bahwa gel lidah buaya efektif untuk penatalaksanaan skabies. Diharapkan kepada kepala rutan agar mengadakan kerjasama dengan instansi terkait / dinas kesehatan untuk melakukan pengobatan skabies secara massa,
sehingga dapat memutus rantai penularannya. Agar menyediakan tanaman obat di sekitar rutan, seperti lidah buaya sehingga dapat dimanfaatkan sebagai terapi komplementern untuk mengatasi skabies.