Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.M Di Sulit Air Kecamatan X Koto Diatas Tahun 2021
Categorie(s):
Complementary Nursing Case Study
Author(s):
Manelsa, Febi Try
Advisor:
Febrina, Wiwit
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Komplementer , Hipertensi , Rebusan daun alpokat.
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang : Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistole dan
diastole mengalami kenaikan dari 2 abatas normal (tekanan systole di atas 140
mmHg, diastole di atas 90 mmHg). Penatalaksanaan pada penderita hipertensi
untuk mencegah komplikasi dilakukan dengan 2 cara yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Penatalaksanaan penderita hipertensi secara farmakologis yaitu dengan cara rutin mengkonsumsi obat anti hipertensi serta rutin untuk melakukan pengontrolan tekanan darah. Terapi non farmakologis lain yang dapat menurunkan tekanan darah yaitu dengan menerapkan terapi komplementer. Metode : Pada implementasi, diterapkan terapi komplementer pada pasien hipertensi yaitu rebusan daun alpokat. karena daun alpokat mengandung zat flavonoid yang berkhasiat sebagai diuretik yang salah satu kerjanya yaitu dengan mengeluarkan sejumlah cairan dan elektrolit maupun zat-zat yang bersifat toksik. Flavonoid berpengaruh terhadap sistem renin angiotensin sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Hasil : Menunjukan hasil yang signifikan terhadap penurunan dan perubahan tekanan darah yaitu sebelum dilakukan intervensi tekanan darah 150/100 mmHg dan setelah dilakukan intervensi selama 7 hari tekanan darah 135/95 mmHg. Kesimpulan : Terapi komplementer rebusan daun alpokat menunjukan penurunan tekanan darah . Penerapan terapi komplementer rebusan daun alpokat yang dilakukan menunjukan perbaikan pada pasien yang menderita hipertensI. Oleh karena itu, penerapan Evidence based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan.
diastole mengalami kenaikan dari 2 abatas normal (tekanan systole di atas 140
mmHg, diastole di atas 90 mmHg). Penatalaksanaan pada penderita hipertensi
untuk mencegah komplikasi dilakukan dengan 2 cara yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Penatalaksanaan penderita hipertensi secara farmakologis yaitu dengan cara rutin mengkonsumsi obat anti hipertensi serta rutin untuk melakukan pengontrolan tekanan darah. Terapi non farmakologis lain yang dapat menurunkan tekanan darah yaitu dengan menerapkan terapi komplementer. Metode : Pada implementasi, diterapkan terapi komplementer pada pasien hipertensi yaitu rebusan daun alpokat. karena daun alpokat mengandung zat flavonoid yang berkhasiat sebagai diuretik yang salah satu kerjanya yaitu dengan mengeluarkan sejumlah cairan dan elektrolit maupun zat-zat yang bersifat toksik. Flavonoid berpengaruh terhadap sistem renin angiotensin sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Hasil : Menunjukan hasil yang signifikan terhadap penurunan dan perubahan tekanan darah yaitu sebelum dilakukan intervensi tekanan darah 150/100 mmHg dan setelah dilakukan intervensi selama 7 hari tekanan darah 135/95 mmHg. Kesimpulan : Terapi komplementer rebusan daun alpokat menunjukan penurunan tekanan darah . Penerapan terapi komplementer rebusan daun alpokat yang dilakukan menunjukan perbaikan pada pasien yang menderita hipertensI. Oleh karena itu, penerapan Evidence based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan.