Perbedaan Skala Nyeri Sebelum Dan Sesudah Pemberian Ultra Sound (US) Dan Nerve Gliding Exercise Pada Kasus Capral Tunnel Syndrome Di RSUD Solok Tahun 2016
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Ihsan, Radianto
Advisor:
Harisnal
Supardi
Supardi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Carpal tunnel syndrome, Ultra Sound,nerve gliding exercise, nyeri.
DOI:
-
Abstract :
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah kumpulan gejala akibat penekanan pada nervus medianus ketika melalui terowongan carpal (Carpal Tunnel) di pergelangan tanganPenderita carpal tunnel syndromedari tahun ke tahun terus meningkat, di USA 50 %, di Inggris 55,6 % dan di Indonesia hampir 15 % dari penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh pemberian Ultra Sound dan resisted exercise pada penderita carpal tunnel syndrome terhadap kekuatan otot. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasieksperimendengan desain one group pre test and post test design. Jumlah sampel peneliti 10 pasien carpal tunnel syndrome yang berada di RSUD Solok dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata nyeri responden sebelum intervensi adalah 6,10. Dan rata-rata nyeri sesudah pemberian intervensi adalah 2,50. Hasil analisis statistik diketahui bahwa terdapat perbedaan rata-rata intensitas nyeri akibat carpal tunnel syndrome sebelum dan sesudah 8 kali terapi dengan modalitas ultra sound(us) dan nerve gliding exercise. Hasil analisis statistik menggunakan uji wilcoxon didapatkan nilai p < 0,05, yaitu nyeri sebelum dan sesudah diberikan intervensi yaitu 0,004. Adanya pengaruh pemberian Ultar Sound dan nerve gliding exercise terhadap pengurangan nyeri di RSUD Solok tahun 2016. Saran pada kasus ini sebaiknya untuk memperoleh hasil yang sempurna, fisioterapi hendaknya dapat membina kerja sama yang baik dangan pasien dan pihak medis serta perlu melakukan pemeriksaan dengan teliti, terarah dan sistematis.