Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn. Z Di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021
Categorie(s):
Complementary Nursing Case Study
Author(s):
Iqlal, Ihyatul
Advisor:
Juwita, Lisavina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Komplementer, Keluarga.
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang: Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis
dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu yang lama). Tekanan darah yang melebihi 140/90 mmhg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Tekanan darah yang selalu tinggi adalah penyebab faktor resiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis. Dilihat dari dari faktor umur pada lansia prevensi penyakit sendi atau asam urat pada lansia usia 55-64 tahun (45%), usia 65-74 tahun (51,9%), dan usia diatas 75 tahun (54,8%). Metode: Penurunan tekanan darah merupakan salah satu efek dari pemberian air rebusan daun alpukat sebanyak 200 ml satu kali sehari selama satu minggu.Daun alpukat mengandung flavonoid, saponin dan alkaloid (Redaksi Agromedia, 2009 dalam Ayu, 2017). Zat flavonoid berfungsi sebagai diuretic yang bekerja dengan cara membuang kelebihan air dan natrium melalui pengeluaran urine.Manfaat sirsak salah satunya menurunkan Asam Urat yaitu kandungan vitamin C dan serat yang tinggi dalam buah sirsak dapat mengatasi masalah asam urat. Hasil: Menunjukan perubahan pada tekanan darah Ny.K yaitu sebelum dilakukan intervensi tekanan darah pada Ny.K adalah 160/85 dan setelah dilakukan intervensi dihari terakhir tekanan darah Ny.K adalah 130/80. Kondisi pada Tn.Z juga menunjukan perbaikan dengan hasil sbelum dilakukan intervensi yaitu 8,4 mg/dl dan setelah intervesi hari terakhir yaitu 6.7 mg/dl. Kesimpulan: Penerapan terapi komplementer pemberian rebusan daun alpukatyang di lakukan menunjukan perbaikan pada pasien yang menderita hipertensi. Dan penerapan komplementer jus sirsak juga menunjukan perbaikan kondisi pada pasien asam urat.
dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu yang lama). Tekanan darah yang melebihi 140/90 mmhg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Tekanan darah yang selalu tinggi adalah penyebab faktor resiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis. Dilihat dari dari faktor umur pada lansia prevensi penyakit sendi atau asam urat pada lansia usia 55-64 tahun (45%), usia 65-74 tahun (51,9%), dan usia diatas 75 tahun (54,8%). Metode: Penurunan tekanan darah merupakan salah satu efek dari pemberian air rebusan daun alpukat sebanyak 200 ml satu kali sehari selama satu minggu.Daun alpukat mengandung flavonoid, saponin dan alkaloid (Redaksi Agromedia, 2009 dalam Ayu, 2017). Zat flavonoid berfungsi sebagai diuretic yang bekerja dengan cara membuang kelebihan air dan natrium melalui pengeluaran urine.Manfaat sirsak salah satunya menurunkan Asam Urat yaitu kandungan vitamin C dan serat yang tinggi dalam buah sirsak dapat mengatasi masalah asam urat. Hasil: Menunjukan perubahan pada tekanan darah Ny.K yaitu sebelum dilakukan intervensi tekanan darah pada Ny.K adalah 160/85 dan setelah dilakukan intervensi dihari terakhir tekanan darah Ny.K adalah 130/80. Kondisi pada Tn.Z juga menunjukan perbaikan dengan hasil sbelum dilakukan intervensi yaitu 8,4 mg/dl dan setelah intervesi hari terakhir yaitu 6.7 mg/dl. Kesimpulan: Penerapan terapi komplementer pemberian rebusan daun alpukatyang di lakukan menunjukan perbaikan pada pasien yang menderita hipertensi. Dan penerapan komplementer jus sirsak juga menunjukan perbaikan kondisi pada pasien asam urat.