Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn. J Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Karambia Payakumbuh Selatan Povinsi Sumatera Barat
Categorie(s):
Complementary Nursing Case Study
Author(s):
Aisy, Rona Rihhadathul
Advisor:
Dewi, Ratna
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Komplementer, Keluarga.
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang : Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatakan perkembangan fisik, mental, emosional, serta social dari tiap anggota keluarga (Setiawan, 2016). Gastritis atau yang biasa dikenal dengan istilah gastritis merupakan penyakit yang
dapat menyerang semua lapisan masyarakat dari semua lapisan usia dan jenis kelamin, namun gastritis paling sering menyerang usia produktif. Pada usia produktif orang rentan terkena gastritis karena tingkat kesibukan dan gaya hidup yang diperhatikan serta stres yang mudah terjadi karena pengaruh faktor lingkungan. Namun sampai saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa gastritis timbul karena terlambat makan (Indayani,
2018). Metode : Dalam pelaksanaannya, terapi komplementer diterapkan pada pasien gastritis yaitu terapi pemberian jus buah pepaya. Konsumsi jus pepaya selama 7 hari dengan hari yang berbeda dapat menggunakan bahan segar sebanyak 200 gram untuk dihaluskan menjadi jus. Pepaya memiliki dua mekanisme yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah perut, yaitu
nyeri. Hasil : Menunjukkan hasil yang signifikan pada skala nyeri dan perubahan nyeri gastritis yaitu sebelum dilakukan intervensi skala nyeri 5 dan setelah dilakukan intervensi skala nyeri 1. Kesimpulan : Penerapan terapi komplementer pemberian jus buah pepaya menunjukkan perubahan pada pasien yang menderita gastritis. Oleh karena itu, penerapan keperawatan
berbasis bukti dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan.
dapat menyerang semua lapisan masyarakat dari semua lapisan usia dan jenis kelamin, namun gastritis paling sering menyerang usia produktif. Pada usia produktif orang rentan terkena gastritis karena tingkat kesibukan dan gaya hidup yang diperhatikan serta stres yang mudah terjadi karena pengaruh faktor lingkungan. Namun sampai saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa gastritis timbul karena terlambat makan (Indayani,
2018). Metode : Dalam pelaksanaannya, terapi komplementer diterapkan pada pasien gastritis yaitu terapi pemberian jus buah pepaya. Konsumsi jus pepaya selama 7 hari dengan hari yang berbeda dapat menggunakan bahan segar sebanyak 200 gram untuk dihaluskan menjadi jus. Pepaya memiliki dua mekanisme yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah perut, yaitu
nyeri. Hasil : Menunjukkan hasil yang signifikan pada skala nyeri dan perubahan nyeri gastritis yaitu sebelum dilakukan intervensi skala nyeri 5 dan setelah dilakukan intervensi skala nyeri 1. Kesimpulan : Penerapan terapi komplementer pemberian jus buah pepaya menunjukkan perubahan pada pasien yang menderita gastritis. Oleh karena itu, penerapan keperawatan
berbasis bukti dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan.