Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn. P Keluhan Asma Di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Tahun 2021
Categorie(s):
Complementary Nursing Case Study
Author(s):
Tauhid, Haiki
Advisor:
Rahmiwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Komplementer, Keluarga.
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang : Keluarga adalah sebuah system social terkecil yang terbuka
dan terdiri atas suatu rangkaian bagian yang saling berkesinambungan dan
bergantung serta dipengaruhi oleh struktur internal maupun eksternal (Friedman, 2010). Sedangkan, menurut Bailon dan Maglaya, berpendapat bahwa keluarga sebagai dua atau lebih individu yang berhubungan karena hubungan darah, ikatan perkawinan atau adopsi, hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dalam peranannya dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya (Herlinawati, 2013). Metode : Dalam pelaksanaannya, terapi komplementer diterapkan pada pasien asma yaitu terapi musik, dan dari terapi musik dapat menurunkan tingkat stres sebelum dan sesudah asma kambuh, dan dengan menggunakan instrumen musik
yang membuat rileks saat didengar. Hasil : Menunjukkan hasil yang signifikan pada pasien asma dapat dilihat perubahan tingkat stres yaitu sebelum dilakukan intervensi pasien tampak sesak dan setelah dilakukan intervensi pasien tampak realeks dan dapat mengatur pola nafasnya. Kesimpulan : Penerapan terapi komplementer dengan terapi musik menunjukkan perubahan pada pasien yang menderita asma. Oleh karena itu, penerapan keperawatan berbasis bukti dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan.
dan terdiri atas suatu rangkaian bagian yang saling berkesinambungan dan
bergantung serta dipengaruhi oleh struktur internal maupun eksternal (Friedman, 2010). Sedangkan, menurut Bailon dan Maglaya, berpendapat bahwa keluarga sebagai dua atau lebih individu yang berhubungan karena hubungan darah, ikatan perkawinan atau adopsi, hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dalam peranannya dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya (Herlinawati, 2013). Metode : Dalam pelaksanaannya, terapi komplementer diterapkan pada pasien asma yaitu terapi musik, dan dari terapi musik dapat menurunkan tingkat stres sebelum dan sesudah asma kambuh, dan dengan menggunakan instrumen musik
yang membuat rileks saat didengar. Hasil : Menunjukkan hasil yang signifikan pada pasien asma dapat dilihat perubahan tingkat stres yaitu sebelum dilakukan intervensi pasien tampak sesak dan setelah dilakukan intervensi pasien tampak realeks dan dapat mengatur pola nafasnya. Kesimpulan : Penerapan terapi komplementer dengan terapi musik menunjukkan perubahan pada pasien yang menderita asma. Oleh karena itu, penerapan keperawatan berbasis bukti dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan.