Korelasi Kejadian Diare Di Provinsi Sumatera Barat

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Anryani, Hanifa
Advisor:
Sari, Mila
Fatma, Fitria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Korelasi, Kejadian Diare, Sumatera Barat.
DOI:
-
Abstract :
Diare merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami buang air dengan
frekuensi sebanyak 3 atau lebih perhari dengan konsistensi tinja dalam bentuk
cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi kejadian diare di
Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan crossectional study. Sampel yang digunakan adalah 19 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat yang diambil 3 tahun terakhir sehingga menjadi 57 sampel. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder dari instansi terkait dan observasi serta pengolahan data
dilakukan dengan menggunakan uji korelasi pearson. Hasil penelitian diperoleh rata-rata persentase kejadian diare yaitu 57,36% dan sd sebesar 35,68. Rata-rata persentase ASI ekslusif yaitu 70,82% dan sd sebesar 20,41. Rata-rata
persentase STBM yaitu 13,99% dan sd sebesar 26,78. Rata-rata persentase kepemilikan jamban yaitu 69,10% dan sd sebesar 24,48. Rata-rata persentase air minum yaitu 75,17% dan sd sebesar 23,47. Uji statistik diperoleh ada hubungan antara Asi Ekslusif (p = 0,009; r = 0,607), STBM (p= 0,018; r = -0,312), kepemilikan jamban (p = 0,017; r = -0,316) dengan kejadian diare. Tidak ada hubungan antara akses air minum yang layak dengan kejadian diare (p=0,336). Asi ekslusif merupakan faktor yang paling berhubungan terhadap kejadian diare dengan memiliki p-value = 0,009 dan kekuatan hubungan yang cukup kuat yaitu 0,607. Diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya pencegahan diare terhadap lingkungan sekitar dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mengatasi kejadian diare pada bayi, balita dan orang dewasa.
Download From Google Drive