Hubungan Self Management dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Nagari Surian Kecamatan Panti Cermin Kabupaten Solok Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Rahayu, Kartika Yulia
Advisor:
Mardison, Lydia
Nurhayati
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Self Management, Hipertensi, Lansia.
DOI:
-
Abstract :
Usia merupakan salah satu faktor pemicu kejadian hipertensi yang tidak dapat dirubah, sehingga kelompok lansia merupakan usia yang beresiko untuk
mengalami kejadian hipertensi, sedangkan hipertensi merupakan suatu kondisi yang cenderung sulit untuk disembuhkan sehingga penderita harus menjalani terapi dan pengontrola tekanan darah sepanjang hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self management dengan kejadian hipertesi pada lansia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional design. Penelitian ini telah dilakukan di Nagari Surian Gadang pada bulan Maret 2021 dengan populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia di Nagari Surian yaitu sebanyak 189 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 65 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket berupa kuisioner dan lembar observasi tekanan darah. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,9% responden dengan self manajemen nutrisi termasuk kategori baik, 53,8% self management pengobatan baik,
55,4% self management stress baik, 50,8% self management aktivitas fisik baik dan 55,4% hipertensi ringan. Terdapat hubungan antara self management nutrisi ( p = 0,002, OR = 5,7), self management pengobatan ( p = 0,002, OR = 5,77), Self management stres ( p = 0,022, OR = 3,7 dan self management aktivitas fisik (p = 0,009, OR = 4,44) dengan kejadian hipertensi pada lansia.
Disimpulkan bahwa self management (nutrisi, pengobatan, stress dan aktifitas
fisik) berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi, maka dari itu diharapkan kepada lansia untuk selalu memiliki self management yang baik pengontrolan tekanan darah, sehingga dapat mencegah kondisi peningkatan tekanan darah.
mengalami kejadian hipertensi, sedangkan hipertensi merupakan suatu kondisi yang cenderung sulit untuk disembuhkan sehingga penderita harus menjalani terapi dan pengontrola tekanan darah sepanjang hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self management dengan kejadian hipertesi pada lansia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional design. Penelitian ini telah dilakukan di Nagari Surian Gadang pada bulan Maret 2021 dengan populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia di Nagari Surian yaitu sebanyak 189 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 65 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket berupa kuisioner dan lembar observasi tekanan darah. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,9% responden dengan self manajemen nutrisi termasuk kategori baik, 53,8% self management pengobatan baik,
55,4% self management stress baik, 50,8% self management aktivitas fisik baik dan 55,4% hipertensi ringan. Terdapat hubungan antara self management nutrisi ( p = 0,002, OR = 5,7), self management pengobatan ( p = 0,002, OR = 5,77), Self management stres ( p = 0,022, OR = 3,7 dan self management aktivitas fisik (p = 0,009, OR = 4,44) dengan kejadian hipertensi pada lansia.
Disimpulkan bahwa self management (nutrisi, pengobatan, stress dan aktifitas
fisik) berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi, maka dari itu diharapkan kepada lansia untuk selalu memiliki self management yang baik pengontrolan tekanan darah, sehingga dapat mencegah kondisi peningkatan tekanan darah.