Perbedaan Skala Nyeri Sebelum dan Sesudah Pemberian Ultrasound dan Massage pada Kasus Tendinitis Supraspinatus di RSUD Batusangkar Tahun 2016

Categorie(s):
   Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
   Putra, Hamdi
Advisor:
Sulung, Neila
Febriani, Yelva
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Tendinitis Supraspinatus, nyeri, Ultrasound, massage.
DOI:
-
Abstract :
Tendinitis supraspinatus merupakan perladangan pada tendon supraspinatus yang mengakibatkan rasa nyeri pada bahu. Pada tahun 2013 diketahui bahwa di RSUD Batusangkar ditemukan dari 8640 kunjungan pada instalasi fisioterapi dan 30% merupakan pasien dengan keluhan tendinitis supraspinatus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian Ultrasound dan Massage pada kasus Tendinitis Supraspinatus di RSUD Batusangkar Tahun 2016 Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan pre dan post test. Populasi pada penelitian seluruh pasien tendinitis yang mengikuti terapi ultrasound (US) sepanjang tahun 2016 di RSUD Batusangkar yaitu sebanyak 2593 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampel sehingga didapatkan sampel 10 orang pasien. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi skala nyeri. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji t-dependent test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rata-rata intensitas nyeri sebelum intervensi adalah 6,1 turun menjadi 3,40 setelah 6 kali terapi. Terdapat perbedaan ratarata intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi dengan beda rata-rata 2,70 dan pvalue = 0,000. Dapat disimpulkan bahwa pemberian Ultrasound dan Massage efektif terhadap penurunan intensitas nyeri pada kasus tendinitis supraspinatus. Untuk diharapkan kepada pasien dan petugas untuk selalu menjalankan proses terapi dengan modalitas ultrasound dan massage dengan baik dan teratur agar keluhan nyeri pada penderita tendinitis supraspinatus dapat diatasi dengan baik.
Download From Google Drive