Pengaruh Pemberian Infra Red dan Latihan Isometrik Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Kondisi Rheumatoid Arthritis Jari Jari Tangan Di RSUD Jambak Pasaman Barat Tahun 2016
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Sari, Resti Widar
Advisor:
Sulung, Neila
Asnandra, Novan
Asnandra, Novan
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Infra Red, Latihan Isometrik, Kekuatan Otot, Arthritis Rheumatoid.
DOI:
-
Abstract :
Kata arthritis berasal dari bahasa Yunani, arthon yang berarti sendi, dan itis yang berarti peradangan. Secara harfiah, arthritis berarti radang pada sendi. Sedangkan Rheumatoid Arthritis adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya tangan dan kaki) mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali menyebabkan kerusakan pada bagian dalam sendi. Data dikumpulkan dengan observasi dengan menggunakan desain penelitian Quasi Eksperiment Design one group Pretest Postest dengan variabel independen pengaruh pemberian intervensi Infra Red dan Latihan Isometrik dan variabel dependen peningkatan kekuatan otot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata intensitas kekuatan otot sebelum pemberian Infra Red dan Latihan Isometrik adalah 2,71 dan Rata rata intensitas kekuatan otot sesudah 6 kali terapi dengan modalitas Infra Red dan Latihan Isometrik adalah 3,86. Ada perbedaan rata- rata intensitas kekuatan otot penderita Rheumatoid Arthritis sebelum dan sesudah 6 kali terapi dengan modalitas Infra Red dan Latihan Isometrik. Secara statistik didapatkan nilai p = 0,014 (p < 0,05) untuk kekuatan otot. Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Infra Red dan Latihan Isometrik efektif terhadap peningkatan kekuatan otot pada jari jari tangan akibat Rheumatoid Arthritis. Untuk itu diharapkan kepada pasien dengan keluhan Rheumatoid Arthritis untuk dapat selalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam meningkatkan kekuatan otot, khususnya pelaksanaan terapi dengan modalitas Infra Red dan Latihan Isometrik.