Hubungan Kebiasaan Mengunyah Satu Sisi Dan Kehilangan Gigi Posterior Terhadap Bunyi Klikingsendi Temporomandibular Pada Mahasiswa Reguler Fisioterapi Di Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2021
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Martin, Deril
Advisor:
Febriani, Yelva
Munawarah, Siti
Munawarah, Siti
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Mengunyah satu sisi, kehilangan gigi posterior, kliking.
DOI:
-
Abstract :
Kliking merupakan salah satu keluhan sendi temporomandibular joint yang
tidak disadari oleh penderitanya, berdasarkan beberapa hasil penelitian, kejadian kliking berkisar antara 50 55,56% dari semua kasus TMD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengunyah satu sisi dan kehilangan gigi posterior terhadap bunyi kliking sendi temporomandibular pada mahasiswa reguler Fisioterapi di Universitas Fort De Kock Bukittinggi tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus tahun 2021.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa reguler fisioterapi tahun 2021 yaitu sebanyak 168 mahasiswa.Pengambilan sampel menggunakan teknik systematic random sampling dengan besaran sampel sebanyaki 63 responden.Pengumpulan data menggunakan lembar observasi bunyi kliking dan kehilangan gigi posterior serta kuisioner kebiasaan mengunyah satu sisi.Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari sebagian (58,7%) memiliki kebiasaan mengunyah satu sisi, 55,6% tidak mengalami kehilangan gigi posterior dan 65,1% dengan bunyi kliking. Terdapat hubungan kebiasaan mengunyah satu sisi ( p = 0,018, OR = 4,229) dan kehilangan gigi posterior ( p = 0,023, OR = 4,344). Dapat disimpulkan bahwa mengunyah satu sisidan kehilangan gigi posterior berhubungan dengan bunyi kliking pada sendi temporomandibular joint.Maka dari itu diharapkan kepada responden untuk selalu memperhatikan perawatan kesehatan gigi dan mulut yang dapat mencegah kebiasaan para fungsional salah satunya kehilangan gigi posterior dan mengunyah satu sisi.
tidak disadari oleh penderitanya, berdasarkan beberapa hasil penelitian, kejadian kliking berkisar antara 50 55,56% dari semua kasus TMD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengunyah satu sisi dan kehilangan gigi posterior terhadap bunyi kliking sendi temporomandibular pada mahasiswa reguler Fisioterapi di Universitas Fort De Kock Bukittinggi tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus tahun 2021.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa reguler fisioterapi tahun 2021 yaitu sebanyak 168 mahasiswa.Pengambilan sampel menggunakan teknik systematic random sampling dengan besaran sampel sebanyaki 63 responden.Pengumpulan data menggunakan lembar observasi bunyi kliking dan kehilangan gigi posterior serta kuisioner kebiasaan mengunyah satu sisi.Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari sebagian (58,7%) memiliki kebiasaan mengunyah satu sisi, 55,6% tidak mengalami kehilangan gigi posterior dan 65,1% dengan bunyi kliking. Terdapat hubungan kebiasaan mengunyah satu sisi ( p = 0,018, OR = 4,229) dan kehilangan gigi posterior ( p = 0,023, OR = 4,344). Dapat disimpulkan bahwa mengunyah satu sisidan kehilangan gigi posterior berhubungan dengan bunyi kliking pada sendi temporomandibular joint.Maka dari itu diharapkan kepada responden untuk selalu memperhatikan perawatan kesehatan gigi dan mulut yang dapat mencegah kebiasaan para fungsional salah satunya kehilangan gigi posterior dan mengunyah satu sisi.