Latihan Kombinasi Self Streching Calf Muscle Dan Kinesio Taping Untuk Menurunkan Nyeri Plantar Fasciitis Pada Petani Di Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi 2021
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Herlina, Sintia
Advisor:
Febriani, Yelva
Syah, Irhas
Syah, Irhas
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Self Stretching Calf Muscle, Kinesio Taping, nyeri, plantar fascitis.
DOI:
-
Abstract :
Indonesia sebagai negara kepulauan yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani yaitu sebanyak 31,70 juta jiwa masyarakat Indonesia
berprofesi sebagai petani. Kecamatan Mandiangin Koto Selayan merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kota Bukittinggi dimana sebagian masyarakatnya masih berprofesi sebagai petani, sehingga masih sering ditemukan kasus plantar fasciitis pada kelompok petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan kombinasi self stretching calf muscle dan kinesio taping untuk menurunkan nyeri plantar fascitis pada petani di Mandiangi Koto Selayan Kota Bukittinggi tahun 2021. Rancangan penelitian ini adalah pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest-post test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh petani yang ada di Mandiangin Koto Selayan yaitu sebanyak 26 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak
7 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar
observasi skala nyeri (VAS). Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon test Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri responden sebelum intervensi adalah 5,57 dan setelah intervensi turun menjadi 3,71. Terdapat perbedaan rata-rata intensitas nyeri plantar fasciitis antara sebelum dan sesudah intervensi dengan beda rata-rata 1,85 dan nilai p = 0,002. Dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi kombinasi self stretching calf muscle dan kinesio taping berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri pada kasus plantar fasciitis. Maka dari itu diharapkan kepada petani dapat lebih memperhatikan posisi kerja yang baik yang dapat mengurangi resiko penyakit akibat kerja serta segera mengunjungi fasilitas kesehatan jika merasakan keluhan kesehatan akibat pekerjaan.
berprofesi sebagai petani. Kecamatan Mandiangin Koto Selayan merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kota Bukittinggi dimana sebagian masyarakatnya masih berprofesi sebagai petani, sehingga masih sering ditemukan kasus plantar fasciitis pada kelompok petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan kombinasi self stretching calf muscle dan kinesio taping untuk menurunkan nyeri plantar fascitis pada petani di Mandiangi Koto Selayan Kota Bukittinggi tahun 2021. Rancangan penelitian ini adalah pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest-post test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh petani yang ada di Mandiangin Koto Selayan yaitu sebanyak 26 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak
7 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar
observasi skala nyeri (VAS). Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon test Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri responden sebelum intervensi adalah 5,57 dan setelah intervensi turun menjadi 3,71. Terdapat perbedaan rata-rata intensitas nyeri plantar fasciitis antara sebelum dan sesudah intervensi dengan beda rata-rata 1,85 dan nilai p = 0,002. Dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi kombinasi self stretching calf muscle dan kinesio taping berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri pada kasus plantar fasciitis. Maka dari itu diharapkan kepada petani dapat lebih memperhatikan posisi kerja yang baik yang dapat mengurangi resiko penyakit akibat kerja serta segera mengunjungi fasilitas kesehatan jika merasakan keluhan kesehatan akibat pekerjaan.