Literature Review : Pengaruh Pemberian Infra Red (IR) Dan Proprioceptive Neuromuscular Fasilitation (PNF) Terhadap Peningkatan Fungsional Otot Wajah Pada Pasien Bells Palsy Tahun 2021
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Harahap, Suzylaini Sanfitri
Advisor:
Sulung, Neila
Utami, Rindu Febriyeni
Utami, Rindu Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Infra Red, PNF, Bell’s Palsy.
DOI:
-
Abstract :
Di Indonesia, insiden penyakit Bells palsy banyak terjadi namun secara pasti sulit ditentukan. Dalam hal ini didapatkan frekuensi terjadinya Bells palsy di Indonesia sebesar 19,55%, dari seluruh kasus neuropati terbanyak yang sering dijumpai terjadi pada usia 20-50 tahun dan angka kejadian dan meningkat dengan bertambahnya usia setelah 60 tahun. Biasanya mengenai salah satu sisi wajah saja (unilateral), jarang bilateral dan dapat berulang terjadinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui literature review tentang pengaruh pemberian modalitas Infra Red ( IR ) dan Proprioceptive Neuromuscular Fascilitation ( PNF ) terhadap peningkatan fungsional otot wajah pada penderitaa Bells Palsy. Rancangan penelitian ini adalah libarary research dengan pendekatan study literature review yang telah dilaksanakan pada bulan januari 2021 sebanyak 20 jurnal dari google scholar. Pengolahan data menggunakan diagram prisma meliputi identifikasi, penyaringan, uji kelayakan dan include, atau pemasukan literature, sehingga diperoleh
sebanyak 10 literature yang telah lulus uji kelayakan dari 20 literature yang diidentifikasi. Berdasarkan simpulan penelitian, disarankan beberapa hal yang berkaitan dengan pengaruh Infra Red dan massage pada penderita Bells Palsy dextra yaitu kerena pentingnya kesembuhan pada pasien Bells Palsy, disarankan untuk melakukan terapi dengan rutin untuk melakukan latihan seperti apa yang diajarkan oleh terapis serta menjauhi hal-hal yang
menimbulkan kekambuhan. Karena pentingnya penanganan terhadap penderita Bells Palsy disarankan melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui pengaruh Infra Red dan massage dengan modalitas lain.
Berdasarkan hasil telaah jurnal tentang pengaruh pemberian Infra Red dan PNF (Proprioceptive Neuromuscular Fascilitation ) terhadap peningkatan kekuatan otot wajah dapat disimpulkan bahwa Infra Red dan PNF dapat meningkatkan kemampuan fugsional otot wajah dan dapat mengurangi kaku pada wajah serta dapat mengurangi rasa tebal pada wajah pendeita. Kesimpulan ini didasari dari hasil evaluasi menggunakan Ugo Fisch Scale, dimana terdapat variasi dalam perbaikannya.
sebanyak 10 literature yang telah lulus uji kelayakan dari 20 literature yang diidentifikasi. Berdasarkan simpulan penelitian, disarankan beberapa hal yang berkaitan dengan pengaruh Infra Red dan massage pada penderita Bells Palsy dextra yaitu kerena pentingnya kesembuhan pada pasien Bells Palsy, disarankan untuk melakukan terapi dengan rutin untuk melakukan latihan seperti apa yang diajarkan oleh terapis serta menjauhi hal-hal yang
menimbulkan kekambuhan. Karena pentingnya penanganan terhadap penderita Bells Palsy disarankan melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui pengaruh Infra Red dan massage dengan modalitas lain.
Berdasarkan hasil telaah jurnal tentang pengaruh pemberian Infra Red dan PNF (Proprioceptive Neuromuscular Fascilitation ) terhadap peningkatan kekuatan otot wajah dapat disimpulkan bahwa Infra Red dan PNF dapat meningkatkan kemampuan fugsional otot wajah dan dapat mengurangi kaku pada wajah serta dapat mengurangi rasa tebal pada wajah pendeita. Kesimpulan ini didasari dari hasil evaluasi menggunakan Ugo Fisch Scale, dimana terdapat variasi dalam perbaikannya.