Pengaruh Dual Task Training Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia Di Puskemas Singkarak Kabupaten Solok Tahun 2021

Categorie(s):
   Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
   Sari, Anisa Novita
Advisor:
Adenikheir, Annisa
Utami, Rindu Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Dual Task Training, Risiko Jatuh, Lansia.
DOI:
-
Abstract :
Gangguan keseimbangan dan risiko jatuh merupakan integrasi yang kompleks
dari sistem somatosensorik dan motorik yang mekanisme kerjanya diatur oleh bagian otak yaitu basal ganglia, cerebellum dan area assosiasi sebagai respon dari pengaruh internal dan eksternal tubuh. Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Dual Task Training terhadap Risiko Jatuh pada Lansia.
Jenis penelitian ini kualitatif dengan one group pre dan post test. Penelitian ini
dilakukan di Puskesmas Singkarak Kabupaten Solok selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu, dengan Sampel 15 orang diberikan intervensi Dual Task Training. Teknik pengambilan sampelnya Purposive Sampling, data yang dikumpulkan mengenai Risiko Jatuh pada Lansia pada Dual Task Training sebelum dan sesudah intervensi. Analisa dilakukan secara komputerisasi menggunakan analisis Uji T-Test. Rata-rata risiko jatuh pada 15 responden sebelu pemberian dual task training (Pre) intervensi yaitu 26.13 dengan standar deviasi 1.302 dan sesudah melakukan (Post) intervensi yaitu 14.00 dengan standar deviasi 3.185 dengan menggunakan uji T-Test dengan nilai PValue = 0,00002 dimana Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara dual task training dapat menurunkan risiko jatuh sebelum dan sesudah perlakuan.
Download From Google Drive