Pengaruh Latihan Nafas Dalam Dan Breathing Exercise Terhadap Arus Puncak Exspirasi Padaperokok Aktif Di Padang Marapalam Tahun 2021
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Zandini, Gita
Advisor:
Hasnita, Evi
Adenikheir, Annisa
Adenikheir, Annisa
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Fleksibilitas, Core Stability, Low Back Pain Myogenic.
DOI:
-
Abstract :
Perilaku merokok merupakan salah satu fenomena permasalahan kesehatan di Indonesia, begitu juga di Kabupaten Pesisir Selatan dimana pada saat survey awal pada terdapat pravelensi perokok aktif Laki-laki remaja dewasa dengan usia 17-21 tahun di Kabupaten Pesisir Selatan tepatnya di Daerah Padang Marapalam Kec. Lengayang berjumlah 200 orang yang masih aktif merokok. Salah satu dampak dari perilaku merokok adalah ketidak patenan jalan nafas dan kerus akan organ pernafasan yang berdampak pada arus puncak ekspirasi maupun inspirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nafas dalam dan breathing exercise terhadap arus punca
expirasi pada perokok aktif di Padang Marapalam. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest-post test design. Populasi pada penelitian ini adalah perokok aktif yang ada di Padang Marapalam Kab. Pesisir selatan Kec. Lengayang yaitu sebanyak 200 orang.
Penelitian ini dilaksanakan pada 18 Agustus sampai 6 September 2021 selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 35 orang.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi APE yang di ukur menggunakan Peak Flow Meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata APE responden sebelum intervensi adalah 78,72% dan setelah intervensi 87,52%. Terdapat perbedaan rata-rata APE responden sebelum dan sesudah intervensi dengan beda rata -rata 8,79%
dan nilai p = 0,000, dimana terjadi peningkatan APE setelah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian latihan nafas dalam dan breathing exercise berpengaruh signifikan terhadap APE pada perokok aktif.Maka dari itu diharapkan kepada perokok aktif untuk dapat melakukan latihan nafas
dalam dan breathing exercise sebagai upaya peningkatan APE pada perokok aktif.
expirasi pada perokok aktif di Padang Marapalam. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest-post test design. Populasi pada penelitian ini adalah perokok aktif yang ada di Padang Marapalam Kab. Pesisir selatan Kec. Lengayang yaitu sebanyak 200 orang.
Penelitian ini dilaksanakan pada 18 Agustus sampai 6 September 2021 selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 35 orang.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi APE yang di ukur menggunakan Peak Flow Meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata APE responden sebelum intervensi adalah 78,72% dan setelah intervensi 87,52%. Terdapat perbedaan rata-rata APE responden sebelum dan sesudah intervensi dengan beda rata -rata 8,79%
dan nilai p = 0,000, dimana terjadi peningkatan APE setelah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian latihan nafas dalam dan breathing exercise berpengaruh signifikan terhadap APE pada perokok aktif.Maka dari itu diharapkan kepada perokok aktif untuk dapat melakukan latihan nafas
dalam dan breathing exercise sebagai upaya peningkatan APE pada perokok aktif.