Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Daya Tahan Kardiorespirasi Pada Lansia Selama Pandemi Covid-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2021
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Fajrin, Afifah
Advisor:
Syah, Irhas
Febriani, Yelva
Febriani, Yelva
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Aktivitas fisik, kardiorespirasi, lansia.
DOI:
-
Abstract :
Sosial distancing dan pembatasan sosial dimasa pandemi covid-19 telah merubah tatanan kehidupan masyarakat secara keseluruhan, salah satunya adalah penurunan aktivitas fisik yang tentunya akan berpengaruh terhadap kesehatan, terutama pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan daya tahan kardiorespirasi pada lansia selama pandemi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2021.Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas Nilam Sari yaitu sebanyak 1.283 lansia. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 89 responden Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi SMWT dan PASSE. Analisis
data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,6% responden dengan aktivitas fisik kurang dan 100% responden dengan ketahanan kardiorespirasi termasuk kategori kurang. Hasil analisis bivariat menggunakan uji rank spearman menunjukkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan ketahanan kardiorespirasi pada lansia (p = 0,000) dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat (r = 0,863) dimana semakin tinggi aktivitas fisik maka akan semakin baik ketahanan kardioreaspirasi dan begitu pula sebaliknya. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik
dengan ketahanan kardiorespirasi pada lansia. Maka dari itu diharapkan kepada lansia untuk selalu menjaga aktifitas fisiknya seperti mengisi aktifitas di waktu luang dengan berolahraga ,berkebun atau jalan santai secara rutin dalam rangka menjaga ketahanan kardiorespirasi yang sangat penting dalam kemandirian lansia untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,6% responden dengan aktivitas fisik kurang dan 100% responden dengan ketahanan kardiorespirasi termasuk kategori kurang. Hasil analisis bivariat menggunakan uji rank spearman menunjukkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan ketahanan kardiorespirasi pada lansia (p = 0,000) dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat (r = 0,863) dimana semakin tinggi aktivitas fisik maka akan semakin baik ketahanan kardioreaspirasi dan begitu pula sebaliknya. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik
dengan ketahanan kardiorespirasi pada lansia. Maka dari itu diharapkan kepada lansia untuk selalu menjaga aktifitas fisiknya seperti mengisi aktifitas di waktu luang dengan berolahraga ,berkebun atau jalan santai secara rutin dalam rangka menjaga ketahanan kardiorespirasi yang sangat penting dalam kemandirian lansia untuk melakukan aktivitas sehari-hari.