Pengaruh Nugget Lele Terhadap Berat Badan BATITA di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Lubis, Dewi Siska
Advisor:
Medhyna, Vedjia
Rifdi, Febriniwati
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
BATITA, Berat Badan dan Berat Badan.
DOI:
-
Abstract :
Pada usia BATITA tinggi badan anak bertambah 9 cm dan beratnya naik sekitar 2 kg. Namun, kebutuhan kalorinya justru semakin meningkat karena aktivitas fisiknya pun bertambah. Demikian pula dengan kebutuhan nutrisi penopang sistem kekebalan tubuh karena BATITA sudah mulai aktif menjelajah.. Tujuan penelitian ini untuk melihat Pengaruh Nugget Lele Terhadap Berat Badan BATITA di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Aur
Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2021. Metode penelitian ini adalah Quasi eksperimental murni dengan menggunakan One group pretest-posttest control design. Penelitian dilakukan terhadap 16 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan penimbangan berat badan BATITA dengan analisis data menggunakan uji Paired Sampel t-test. Penelitian ini dilakukan bulan Mei 2021.
Hasil penelitian didapatkan rata-rata berat badan sebelum pemberian nugget lele 8,2 kg, sesudah pemberian nugget lele rata-rata berat badan adalah 9,3 kg dengan hasil analisis ada pengaruh pemberian nugget lele dengan terhadap berat badan BATITA (P value 0,000). Berdasarkan hasil di atas didapatkan disimpulkan bahwa ada pengaruh nugget lele dengen peningkatan berat badan BATITA degan begitu disarankan kepada pihak puskesmas agar
selalu mekukan inovasi-inovasi baru dan informasi dalam meningkatkan berat badan anak BATITA sehingga masalah status gizi buruk maupun kurang dapat teratasi dan berkurang terhadap BATITA.
Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2021. Metode penelitian ini adalah Quasi eksperimental murni dengan menggunakan One group pretest-posttest control design. Penelitian dilakukan terhadap 16 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan penimbangan berat badan BATITA dengan analisis data menggunakan uji Paired Sampel t-test. Penelitian ini dilakukan bulan Mei 2021.
Hasil penelitian didapatkan rata-rata berat badan sebelum pemberian nugget lele 8,2 kg, sesudah pemberian nugget lele rata-rata berat badan adalah 9,3 kg dengan hasil analisis ada pengaruh pemberian nugget lele dengan terhadap berat badan BATITA (P value 0,000). Berdasarkan hasil di atas didapatkan disimpulkan bahwa ada pengaruh nugget lele dengen peningkatan berat badan BATITA degan begitu disarankan kepada pihak puskesmas agar
selalu mekukan inovasi-inovasi baru dan informasi dalam meningkatkan berat badan anak BATITA sehingga masalah status gizi buruk maupun kurang dapat teratasi dan berkurang terhadap BATITA.