Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Erawati, Desi
Advisor:
Nurhayati
Silvia
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pola Makan, Pola Asuh, Asi Ekslusif, Stunting.
DOI:
-
Abstract :
Indonesia saat ini diperkirakan ada 37,2% dari anak usia 0-59 bulan atau sekitar 9 juta anak dengan kondisi stunting. Jumlah kejadian stunting di kecamatan kapur IX sebanyak 134 orang, Sedangkan jumlah kejadian stunting di kecamatan pangkalan sebanyak 308.Tujuan penelitian untuk mengetahui
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan Tahun 2021. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain crossectional study. Penelitian telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan pada bulan Agustus 2021. Populasi penelitian ini adalah jumlah seluruh ibu yang memiliki balita di Di UPTD Puskesmas
Pangkalan khususnya di sebanyak 920 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling jumlah sampel 90. Uji yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 47 responden (52,2%) memiliki pola makan yang kurang baik, 49 responden (54,4%) mendapatakan pola asuh kurang baik, 63 responden (70,0%) tidak, memberikan asi secara ekslusif, 50 responden (55,6%) mengalami stunting. Ada hubungan pola makan (p value 0,007 dan OR = 3,605), pola asuh (p value 0,0005 dan OR = 8,348) ASI Ekslusif (p value 0,037 dan OR = 2,957) dengan Kejadian stunting. Disimpulkan ada hubungan pola
makan, pola asuh dan ASI eksif dengan kejadian stunting. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan edukasi kepada responden untuk dapat memperhatikan pola asuh sehari hari agar dapat mengatasi stunting.
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan Tahun 2021. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain crossectional study. Penelitian telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan pada bulan Agustus 2021. Populasi penelitian ini adalah jumlah seluruh ibu yang memiliki balita di Di UPTD Puskesmas
Pangkalan khususnya di sebanyak 920 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling jumlah sampel 90. Uji yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 47 responden (52,2%) memiliki pola makan yang kurang baik, 49 responden (54,4%) mendapatakan pola asuh kurang baik, 63 responden (70,0%) tidak, memberikan asi secara ekslusif, 50 responden (55,6%) mengalami stunting. Ada hubungan pola makan (p value 0,007 dan OR = 3,605), pola asuh (p value 0,0005 dan OR = 8,348) ASI Ekslusif (p value 0,037 dan OR = 2,957) dengan Kejadian stunting. Disimpulkan ada hubungan pola
makan, pola asuh dan ASI eksif dengan kejadian stunting. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan edukasi kepada responden untuk dapat memperhatikan pola asuh sehari hari agar dapat mengatasi stunting.