Aspek Laboratorium Dan Uji Organolaptik Mie Olahan Tepung Ubi Jalar Ungu ( Ipomoea Batatas L.) Sebagaiproduk Inovasi Pengolahan MP-ASI Bagi Balita (12-24 Bulan) Di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Nasution, Rinilda Novita
Advisor:
Medhyna, Vedjia
Wahyuni
Wahyuni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Mie Tepung Ubi Jalar Ungu, MP-ASI,Balita.
DOI:
-
Abstract :
Prevelensi status gizi di Kota Bukittinggi jumlah yang mengalami underweight sebesar 4,44%, yang mengalami stunting 13,3% dan yang mengalami wasting sebesar 4,2%. Jumlah balita yang ada di Kota Bukittinggi ada sebanyak 7.181 anak pada tahun 2019. Ubi jalar ungu memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yang dapat menjadi makanan tambahan bagi balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aspek laboratorium dan organolaptik mie olahan tepung ubi jalar ungu sebagai produk inovasi pengolahan MP-ASI. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan eksperimen laboratorium. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah panelis sebanyak 40 orang terdiri dari balita sebanyak 20 orang dan ibu balita sebanyak 20 orang. Hasil penelitian laboratorium kandungan gizi mie ubi jalar ungu karbohidrat 46,5%, protein 6,71%,lemak 1,27%, serat 1,75%, kadar air 31,4%. 80% balita suka dengan mie ubi jalar ungu, 55% responden suka terhadap warna, 75% responden suka terhadap tekstur,55% responden sangat suka terhadap aroma, 55% responden
sangat suka terhadap rasa. Kesimpulannya kandungan gizi mie tepung ubi jalar ungu untuk kebutuhan karbohidrat balita hampir mencukupi sedangkan lemak dan serat belum sesuai dengan standar kebutuhan gizi balita. Untuk peneliti selanjutnya disarankan memvariasikan lagi pengolahan mie ubi jalar ungu agar dapat memenuhi kebutuhan gizi.
sangat suka terhadap rasa. Kesimpulannya kandungan gizi mie tepung ubi jalar ungu untuk kebutuhan karbohidrat balita hampir mencukupi sedangkan lemak dan serat belum sesuai dengan standar kebutuhan gizi balita. Untuk peneliti selanjutnya disarankan memvariasikan lagi pengolahan mie ubi jalar ungu agar dapat memenuhi kebutuhan gizi.