Hubungan Antara Pengetahuan,Dukungan Suami,Dan Penghasilan Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Puskesmas Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ningsih, Rani Desti
Advisor:
Nengsih, Widya
Noflindaputri, Resty
Noflindaputri, Resty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan,dukungansuami,penghasilan,MKJP.
DOI:
-
Abstract :
Fenomena penggunaan kontrasepsi jangka panjang (MKJP) masih lebih rendah jika dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya. Begitu juga di Puskesmas Siulak Mukai dimana tercatat hanya 5,9% akseptor KB MKJP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan suami dan penghasilan dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Puskesmas Siulak Mukai tahun 2021. Jenis penelitian ini Deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini
adalah seluruh WUS akseptor KB yaitu di Puskesmas Siulak Mukai yaitu sebanyak 628 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 91 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner penelitian, analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,4% responden berpengetahuan kurang,
69,6% dukungan suami rendah, 56,5% penghasilan cukup, 71,7% responden non akseptor MKJP. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,009), dukungan suami (p = 0,001 OR = 12,6) dengan pemilihan MKJP sedangkan penghasilan tidak berhubungan dengan pemilihan MKJP ( p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan dukungan suami berhubungan dengan pemilihan MKJP. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak terutama petugas kesehatan untuk selalu meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang
MKJP, baik pada WUS maupun keluarga agar minat dan motivasi penggunaan MKJP dapat ditingkatkan.
adalah seluruh WUS akseptor KB yaitu di Puskesmas Siulak Mukai yaitu sebanyak 628 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 91 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner penelitian, analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,4% responden berpengetahuan kurang,
69,6% dukungan suami rendah, 56,5% penghasilan cukup, 71,7% responden non akseptor MKJP. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,009), dukungan suami (p = 0,001 OR = 12,6) dengan pemilihan MKJP sedangkan penghasilan tidak berhubungan dengan pemilihan MKJP ( p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan dukungan suami berhubungan dengan pemilihan MKJP. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak terutama petugas kesehatan untuk selalu meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang
MKJP, baik pada WUS maupun keluarga agar minat dan motivasi penggunaan MKJP dapat ditingkatkan.