Aspek Laboratorium Dan Organoleptik Pada Abon Ikan Lele Sebagai Produk Inovasi MP-ASI
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Fitri, Fenny Yulia
Advisor:
Medhyna, Vedjia
Rifdi, Febriniwati
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Abon ikan lele, ZatGizi, Balita usia 12-24 bulan, Ibu balita.
DOI:
-
Abstract :
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang tingkat dan produksinya meningkat karena kandungan gizi,rasanya yang khas,dan harganya yang murah.Ikan lele memiliki protein yang tinggi yaitu 17,7%, lemak 4,8%, mineral 1,2%, dan air 76%. Abon ikan lele merupakan salah satu alternative untuk pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) Pada anak yang stunting dan kurang gizi dengan bahan makanan lokal yang dapat menimalis tingkat kehilangan atau penurunan kandungan gizi yang dikandung setelah diolah sehingga nutrisi yang terdapat pada bahan tersebut dapat dipertahankan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret samapi Juli. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah 300 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel adalah 60 orang yang terdiri dari 30 balita usia 12-24 bulan dan 30 orang ibu balita usia 12-24 bulan yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota pada tahun 2021. Penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk uji organoleptik.Hasil penelitian laboratorium didapatkan kandungan gizi dalam abon ikan lele dalam 100 gram terdapat protein sebesar 32,08%, lemak sebesar 35,32%, kadar air sebesar 6,40%, dan kadar abu sebesar 6,82%. Sebanyak 53,3 % balita usia 12-24 bulan suka terhadap produk inovasi MP-ASI abon ikan lele. Sebagian responden suka terhadap warna abon ikan lele (83,3 %), aroma 86,7 % (suka), tekstur 76,7 % (suka), dan rasa 73,3 % (suka) terhadap produk inovasi MP-ASI abon ikan lele. Dapat disimpulkan bahwa abon ikan lele mengandung gizi yang baik dan disukai oleh balita. Untuk penelitian selanjutnya disarankan agar melakukan pengujian laboratorium dengan melihat kandungan protein dan lebih selektif dalam
pengolahan abon ikan lele.
pengolahan abon ikan lele.