Determinan Faktor Risiko Terhadap Kejadian Stunting Pada Ibu Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Oktaviana, Ulva
Advisor:
Noflindasari, Resty
Miharti, Sari Ida
Miharti, Sari Ida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, Asupan Gizi, Infeksi, Sanitasi Air Bersih, Sanitasi Jamban Sehat, Sanitasi
Cuci Tangan, Sanitasi Pengelolaan Sampah, ASI Eksklusif, Pengetahuan Ibu, Peran Keluarga, Sikap.
DOI:
-
Abstract :
World Health Organization (WHO) yang dirilis tahun 2018 menyebutkan Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi stunting di South-East Asian Region. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linear yang dapat ditunjukan melalui pengukuran zscore tinggi
badan menurut umur (TB/U). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Determinan Faktor Risiko Terhadap Kejadian Stunting Pada Ibu Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Analitik dengan menggunakan pendekatan case control. Populasinya adalah seluruh balita yang di wilayah kerja puskesmas Lubuk Tarok. Jumlah sampel kasus dan kontrol dalam penelitian ini sebanyak 1:2, yaitu 90 kasus dan 180 kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Dari hasi penelitian didapatkan ada hubungan yang bermakna antara asupan gizi (p value=0,000), infeksi (p value=0,000), sanitasi air bersih (p value=0,038), sanitasi jamban sehat (p value=0,028), sanitasi cuci tangan (p value=0,000), sanitasi pengelolaan sampah (p value=0,000), ASI eksklusif (p value=0,000), pengetahuan ibu (p value=0,000), peran keluarga (p value=0,000) dan sikap (p value=0,000) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan pada penelitian ini adalah dari semua variabel yang paling mempengaruhi adalah sikap. Diharapkan ibu balita dapat mengetahui cara bagaimana sikap ibu dalam melaksanakan perannya dalam pengasuhan
anak terutama pada usia balita.
badan menurut umur (TB/U). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Determinan Faktor Risiko Terhadap Kejadian Stunting Pada Ibu Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Analitik dengan menggunakan pendekatan case control. Populasinya adalah seluruh balita yang di wilayah kerja puskesmas Lubuk Tarok. Jumlah sampel kasus dan kontrol dalam penelitian ini sebanyak 1:2, yaitu 90 kasus dan 180 kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Dari hasi penelitian didapatkan ada hubungan yang bermakna antara asupan gizi (p value=0,000), infeksi (p value=0,000), sanitasi air bersih (p value=0,038), sanitasi jamban sehat (p value=0,028), sanitasi cuci tangan (p value=0,000), sanitasi pengelolaan sampah (p value=0,000), ASI eksklusif (p value=0,000), pengetahuan ibu (p value=0,000), peran keluarga (p value=0,000) dan sikap (p value=0,000) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan pada penelitian ini adalah dari semua variabel yang paling mempengaruhi adalah sikap. Diharapkan ibu balita dapat mengetahui cara bagaimana sikap ibu dalam melaksanakan perannya dalam pengasuhan
anak terutama pada usia balita.